Penyandang Disabilitas Kabupaten Malang Dilatih Literasi Keuangan oleh Disnaker

Jurnalis: Gumilang
Editor: Mustopa

8 November 2023 03:43 8 Nov 2023 03:43

Thumbnail Penyandang Disabilitas Kabupaten Malang Dilatih Literasi Keuangan oleh Disnaker Watermark Ketik
Salah seorang penyandang Disabilitas mendapat apresiasi ketika pembukaan pelatihan literasi keuangan dari Disnaker Kabupaten Malang. (Foto : Disnaker Kabupaten Malang).

KETIK, MALANG – Sebanyak 11 penyandang disabilitas di Kabupaten Malang, mendapat pelatihan literasi keuangan bagi wira usaha pemula dari Disnaker setempat. Pelatihan tersebut dilakukan di Savana Hotel, Selasa hingga Kamis (7-9/11/2023).

Selain 11 penyandang disabilitas, 9 orang non difabel juga mengikuti pelatihan itu. Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menyampaikan, tujuan pelatihan ini adalah untuk menekan angka pengangguran.

"Selain itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas," kata Kadisnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, Rabu, (8/11/2023).

Ia mengatakan, animo masyarakat yang cukup besar, sehingga pihaknya memberikan kesempatan bagi para pengusaha pemula untuk bergabung dalam kegiatan ini.

"Para peserta diutamakan yang memiliki usaha. Dengan pelatihan ini, diharapkan bisnis mereka semakin moncer," ucap Yoyok yang juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Malang ini.

Menurutnya, pelatihan ini terinspirasi dari silaturrahmi dengan Komisioner Difabel dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam silaturrahmi ada peserta yang meminta pelatihan bagi difabel dalam bentuk literasi keuangan.

Pada difabel tidak bisa bekerja di dunia industri sehingga diharapkan mereka bisa mendapatkan kesejahteraan melalui di rumah saja. Maka literasi keuangan ini dilengkapi dengan pelatihan digital marketing.

“Juga narasumbernya, motivasi wirausaha dari dinas koperasi dan usaha mikro. Kami juga menghadirkan dinas sosial, perbankan dan kampus untuk memberikan materi,” terangnya.

Kegiatan ini, lanjut ia, merupakan sinergitas kita dengan Dinas Sosial. Melengkapi apa yang sudah diperbuat oleh Dinas Sosial. Selain itu juga merupakan  sebuah bukti dan komitmen bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini sangat peduli terhadap dunia inklusi.

Terkait dengan alasan pengambilan tema literasi keuangan untuk kegiatan yang melibatkan penyandang difabel kali ini, Yoyok mengatakan hal itu merupakan usulan dari rekan-rekan penyandang difabel ketika melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkab Malang. 

Lebih lanjut, Yoyok menyebut bahwa Disnaker Kabupaten Malang terus berupaya mewujudkan kegiatan-kegiatan yang inklusif. "Artinya tidak terbatas pada masyarakat umum pencari kerja saja, melainkan juga secara konsisten selalu melibatkan para penyandang difabel," jelasnya.

Yoyok berharap, para penyandang difabel dan peserta lainnya dapat meningkatkan pemahamannya terkait dengan literasi keuangan serta upaya-upaya untuk mengembangkan usaha. Pasalnya, sebagian besar peserta dari penyandang difabel telah memiliki usaha sendiri. 

"Kalau dia tadinya berwirausaha membuka warung kopi, dia bisa menambah income lain melalui literasi keuangan dan digital marketing, bisa menjual produk-produk yang lain melalui konsep reseller," ucapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Penyandang Disabilitas Kabupaten Malang LITERASI KEUANGAN disnaker