Produk UMKM Keramik Dinoyo Kota Malang Dilirik Calon Buyer dari Jepang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

23 Januari 2024 19:45 23 Jan 2024 19:45

Thumbnail Produk UMKM Keramik Dinoyo Kota Malang Dilirik Calon Buyer dari Jepang Watermark Ketik
Calon Buyer dari Jepang saat melihat-lihat produk UMKM Kota Malang Dinikoe.

KETIK, MALANG – Sebuah harapan baru muncul kepada Nur Hayati Setiarini, salah satu pemilik UMKM Keramik Dinikoe di Dinoyo, Kota Malang. Pasalnya, ia baru saja calon buyer potensial dari Jepang baru saja datang bersama Bea Cukai untuk melihat-lihat produk buatannya.

Sebelum datang ke lokasinya, buyer tersebut terlebih dahulu datang ke UMKM Pot Bunga Kokedama Kota Batu untuk melakukan kontrak eksklusif.

"Dengan adanya buyer dari Jepang ini berharap bisa deal order kita untuk ekspor supaya bisa menambah devisa negara. Tetapi yang utama supaya karyawan saya tetap lancar bekerja," ujar Yati, Selasa (23/1/2024).

Setelah melihat-lihat produk buatannya, terlihat buyer seolah tertarik dengan salah satu produk mug. Sempat terjadi pembicaraan mengenai keamanan packaging sehingga tidak ditemukan produk yang pecah ketika dilakukan pengiriman ke Jepang.

"Pesanannya berapa masih belum, tapi tadi yang diminati ada satu jenis mug. Tadi cari pot juga sudah dipelajari. Tadi bawa beberapa contoh nanti bagaimana dealnya. Kita sudah jelaskan supaya packaging untuk ekspor bisa aman dan berhasil. Juga agar tidak mengecewakan tapi kalau pecah bisa ganti," bebernya.

Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Malang Dwi Prasetyo Rini menjelaskan kedatangan buyer dari Jepang tersebut menjadi jalan pembuka bagi UMKM Dinikoe ekspor produk untuk pertama kalinya.

"Di sini ada produk keramik dan pot maka kami ajak sekalian ke sini dari Kota Batu. Katanya di sini produksinya paling besar, sehingga kami ajak untuk melihat-lihat siapa tahu bisa cocok dan membeli dari sini," jelas Dwi.

Meskipun baru penjajakan namun Bea Cukai siap membantu memfasilitasi kemudahan pelaku UMKM dalam melakukan ekspor produk. Terlebih selama pelaksanaan ekspor, tidak ada pungutan pajak ekspor ataupun pungutan lain yang dibebankan pada pelaku UMKM.

"Kami tetap mengasistensi bagaimana cara ekspornya dari UMKM lalu dari dokumennya. Mungkin kaitannya sama bea cukai itu dokumen ekspor barang. Nanti kami dampingi sampai barangnya bisa ekspor ke sana," tambahnya.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang punturut hadir. Faried Suaidi selaku Kepala Bidan Usaha Mikro menjelaskan Kampung Keramik Dinoyo merupakan salah satu sentra yang dimiliki oleh Kota Malang.

"Kota Malang punya sentra keramik di Dinoyo ini dan sampai ke Tlogomas. Adanya buyer dari Jepang ini harapannya sentra keramik bisa tumbuh lagi," ujarnya kepada awak media.

Tak dapat dipungkiri pandemi Covid-19 sempat membawa dampak negatif bagi pertumbuhan UMKM di Kota Malang, termasuk industri keramik. Ia berharap buyer dari Jepang dapat tertarik dengan produk UMKM tersebut dan menjadi stimulus bagi kegiatan ekspor di Kota Malang.

"Sekarang kita sempat mengalami penurunan sehingga jika ada buyer potensial, kedepan mudah-mudahan Kampung Keramik Dinoyo atau Kota Malang bisa tumbuh sentra keramiknya," harapnya. (*)

Tags:

UMKM Dinikoe Kampung Keramik Dinoyo Sentra Keramik Kota Malang umkm kota malang ekspor produk Kota Malang Diskopindag Kota Malang Bea cukai Malang Kota Malang