Strategi Disbun Jatim Basmi Hama Uret di Perkebunan Tebu

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Marno

27 Juli 2023 10:41 27 Jul 2023 10:41

Thumbnail Strategi Disbun Jatim Basmi Hama Uret di Perkebunan Tebu Watermark Ketik
Serangga yang menyerang akar tanaman tebu disebut uret atau L.stigma. (Foto: Direktorat Jenderal Perkebunan)

KETIK, SURABAYA – Lebih dari 100 jenis hama dapat menyerang tebu seperti golongan serangga, kutu-kutuan, tungau, burung, tikus dan babi hutan. 

Salah satu golongan serangga yang menyerang akar tanaman tebu adalah hama uret Lepidiota stigma atau L.stigma 

Sampai saat ini, serangan uret masih menjadi kendala bagi petani di Jawa Timur bahkan sudah menjadi daerah endemik hama tersebut.  

Gejala serangan pada tanaman yang terserang hama ini adalah pada tanaman muda pucuk tanaman menjadi layu. Kemudian menguning mirip gejala kekeringan, dan apabila terjadi serangan yang parah dapat menyebabkan tanaman mati. 

Perbedaan antara gejala kekeringan dan gejala akibat serangan L. stigma sangat mudah untuk dilihat. Pada gejala kelayuan akibat kekeringan, kelayuan tampak merata pada areal pertanaman. Apabila belum terlambat untuk diberi air, kelayuan berangsur-angsur pulih kembali. 

Serangan uret menyerang perakaran tebu yang berpotensi menimbulkan kerugian secara ekonomi, sehingga perlu dilakukan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). 

Kepala Dinas Perkebunan Jatim Heru Suseno menjelaskan pengendalian hama uret tebu dapat dilakukan dengan beberapa cara. Penggunaan insektisida yang tepat dapat membantu mengendalikan populasi uret tebu.

"Penggunaan insektisida harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dan dosis yang direkomendasikan untuk menghindari dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia," ujarnya. 

Selanjutnya ada metode biologi yaitu pemanfaatan musuh alami uret tebu, seperti parasitoid atau predator alami, dapat menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. "Musuh alami ini dapat membantu mengontrol populasi uret tebu secara alami," jelasnya. 

Selain itu, adanya pengelolaan pertanaman dengan melakukan pengelolaan pertanaman yang baik. Seperti sanitasi, pemangkasan, dan penyiangan, dapat membantu mengurangi risiko serangan uret tebu. 

"Penting untuk melakukan pengendalian hama uret tebu secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk meminimalkan dampak serangan dan menjaga produktivitas tanaman tebu," jelas Heru. 

Menurut Heru, kerja sama antara petani, pihak pemerintah, dan para ahli pertanian dalam mengimplementasikan strategi pengendalian hama yang efektif akan sangat membantu dalam mengatasi masalah serangan uret tebu. 

Implementasi pengendalian hama di perkebunan tebu dapat mendongkrak produktivitas tebu, jika hama terkendali maka meningkatnya kualitas maupun bobot tebu. 

Hal ini dilakukan oleh Disbun Jatim agar Provinsi Jawa Timur tetap mempertahankan predikat barometer nasional dalam produksi gula nasional. 

Hal tersebut sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, peningkatan produksi ini diharapkan dapat menjadi modal bagi Indonesia mewujudkan swasembada gula, dan Jawa Timur sebagai barometer gula nasional. 

Selain itu, mantan Menteri Sosial tersebut berpesan agar para petani tebu memanfaatkan  transformasi digital dalam proses pengolahan tebu hingga menjadi gula. (*)

Tombol Google News

Tags:

hama uret Tebu hama tebu L Stigma Perkebunan Jatim Kadisbun Jatim Heru Suseno Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa