Tangani Stunting, IDI Malang Gandeng Pemkot Tanam 200 Pohon Alpukat

Jurnalis: Adela Oki Nur Aini
Editor: Marno

28 Mei 2023 18:21 28 Mei 2023 18:21

Thumbnail Tangani Stunting, IDI Malang Gandeng Pemkot Tanam 200 Pohon Alpukat Watermark Ketik
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama anggota IDI Malang Raya saat sesi foto bersama acara penanaman pohon. (Foto: Adelia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya menunjukkan komitmennya dalam menangani masalah stunting di Malang Raya dengan menyelenggarakan program penanaman 200 pohon alpukat.

Bila nanti pohon tersebut sudah berbuah, sangat bermanfaat untuk makanan bayi. Karena buah alpukat mengandung nutrisi dan lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan tubuh bayi.

Kegiatan untuk merayakan 115 Tahun Hari Bakti Dokter Indonesia ini digelar di Kebun Bibit Mojolangu, Minggu (28/5/2023).

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh para dokter dalam merespons masalah stunting di Malang Raya. "Saya apresiasi luar biasa dan mudah-mudahan ini pemantik pada masyarakat luas untuk terus-menerus bagaimana supaya pengurangan stunting itu menjadi kepentingan kita bersama," ujarnya.

Foto Ketua IDI Malang Raya, dr. Sasmojo Widito, Sp.JP(K) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Samsun Hadi dan Wali Kota Malang, Sutiaji seusai acara tanam pohon.Ketua IDI Malang Raya, dr. Sasmojo Widito, Sp.JP(K) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Samsun Hadi dan Wali Kota Malang, Sutiaji seusai acara tanam pohon.

Sutiaji memaparkan, angka stunting di Kota Malang saat ini mencapai 8,9 persen berdasarkan bulan timbang di tahun 2022. Oleh karena itu, upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, dokter, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Samsun Hadi. "Saya kira ini program yang bagus, karena stunting itu terkait dengan kualitas SDM kita ke depan. Jika kita tidak melakukan upaya untuk meminimalisir stunting, maka kualitas SDM kita akan terancam," ujarnya.

Ketua IDI Malang Raya, dr. Sasmojo Widito, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSIC, FSCAI menjelaskan IDI mendukung menurunkan angka stunting melalui penanaman 200 pohon alpukat sebagai simbol kolaborasi dalam menyelesaikan masalah tersebut.

"Kegiatan ini diikuti perwakilan dokter se-Malang Raya, kenapa menanam pohon? Karena stunting sedang menjadi fokus harapannya kita, menjadi bagian menyelesaikan dan membenahi masalah stunting," katanya.

Sasmojo menjelaskan, setengah dari jumlah total pohon yang ditanam merupakan donasi dari H. Ma'ruf Mubarok, dari Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo. 

Foto Wali Kota Malang, Sutiaji bersama anggota IDI Malang Raya saat sesi foto bersama acara penanaman pohon.Wali Kota Malang, Sutiaji bersama anggota IDI Malang Raya saat sesi foto bersama acara penanaman pohon.

Diharapkan melalui program penanaman pohon alpukat ini, kesadaran akan pentingnya penanganan stunting akan semakin meningkat di masyarakat. Karena stunting tidak hanya berpengaruh dari pertumbuhan badan saja, tetapi juga berdampak pada perkembangan intelegensi dan etika anak.

"Dokter sebagai bagian dari warga bangsa, mari kita bersama-sama membangun bangsa ini dari sisi kesehatan. Semua aspek kesehatan harus kita jaga, tentu saja dengan kolaborasi dengan aparat setempat," ujar Sasmojo.

Sasmojo mengatakan program seperti ini, akan dilakukan IDI Malang Raya secara meluas ke depan hingga ke Kabupaten Malang dan Batu. Sehingga masalah stunting dapat diatasi secara berkelanjutan, menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (*)

Tags:

Stunting IDI IDI Malang Raya Wali Kota Malang Pohon Alpukat Malang Raya Kota Malang