Wamenparekraf Sebut Gaya Hidup Vegan Bisa Dijadikan Potensi Wisata Bernilai Ekonomi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

26 Januari 2024 14:27 26 Jan 2024 14:27

Thumbnail Wamenparekraf Sebut Gaya Hidup Vegan Bisa Dijadikan Potensi Wisata Bernilai Ekonomi Watermark Ketik
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Dalam kunjunganya di Surabaya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo mengatakan ada peluang Vegan Economy bagi Indonesia. Hal ini sejalan dengan meningkatkan populasi dunia yang mengadopsi gaya hidup vegan.

"Saat ini di dunia terdapat sekitar 1 hingga 3 persen populasi dunia yang mengadopsi gaya hidup vegan. Dan diprediksi akan meningkat sebanyak 6,2 persen per tahun dalam kurun 10 tahun," jelasnya usai membuka Vegan Festival di Grand City Surabaya, Kamis (25/1/2024).

Berangkat dari hal tersebut Caleg DPR RI dari Partai Perindo tersebut mengatakan bahwa Vegan Economy ini sangat berpotensi untuk digarap dengan mempromosikan beragam produk Indonesia yang berbasis vegan. 

Sejauh ini, Bali dipercaya sebagai provinsi di Indonesia yang ramah terhadap wisatawan yang menerapkan gaya hidup vegan. Di Indonesia, secara luas banyak masyarakat yang mulai paham dan menganut gaya hidup vegan.

"Bali dalam beberapa pemberitaan sudah menjadi destinasi wisata yang ramah terhadap vegan lifesyle dan ini sudah sangat dikenal dimana-mana," tambahnya.

"Berangkat dari hal tersebut postensi vegan economy ini bisa kita garap sama-sama," imbuhnya.

Foto Angela Tanoesoedibjo saat membuka acara Vegan Festival di Grand City Surabaya. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Angela Tanoesoedibjo saat membuka acara Vegan Festival di Grand City Surabaya. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

Lebih lanjut, peningkatan gaya hidup vegan menurutnya juga didorong oleh pandemi Covid-19 yang sempat melanda dunia beberapa tahun lalu, di situ banyak membuat masyarakat sadar untuk menjalani pola hidup sehat.

"Jadi ini memang harus disuarakan karena selain bagus untuk kesehatan jasmani vegan lifesyle juga baik untuk lingkungan," tegasnya.

Dalam pengembangannya, potensi vegan economy ini bisa dikolaborasikan dengan sektor kuliner terutama UMKM lokal, untuk berinovasi menciptakan produk olahan makanan yang vegan friendly atau ramah terhadap vegan.

Inovasi tersebut tidak hanya terkait rasa dan tampilan semata, tetapi yang tak kalah penting kandungan nutrisi di dalamnya apakah bisa memenuhi kebutuhan harian tubuh.

"Terus tingkatkan inovasi, dan kuncinya ada di standardisasi juga, bagaimana kita membuat produk vegan yang tidak hanya bernutrisi tetapi juga berkualitas," pungkasnya.

Vegan Festival Indonesia digelar di Surabaya tepatnya di Grand City Mall pada 25-28 Januari 2024. Event ini diikuti 100 tenant Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner khususnya vegan.(*)

Tags:

Vegan Festival Vegan Economy Vegan Lifesyle Angela Tanoesoedibjo Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Grand City Mall Surabaya