Waspada! Musim Hujan Muncul Kasus DBD

Jurnalis: Kuncoro S.
Editor: Rudi

17 Februari 2023 02:30 17 Feb 2023 02:30

Thumbnail Waspada! Musim Hujan Muncul Kasus DBD Watermark Ketik
Bu Yuyun Kader Surabaya Hebat (KSH) ketika memeriksa bak mandi warga agar agar tidak dijadikan sarang jentik nyamuk. (Foto : Mbak Made/KSH for Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Hujan pertengahan Februari ini terus mengguyur kota Surabaya. Hampir setiap hari selepas Ashar hujan mulai turun. Meski hujan lebat di beberapa titik masih terlihat banjir sementara dan genangan air.

Akibat genangan sisa air hujan inilah yang menyebabkan sarang nyamuk makin banyak. Karena itu untuk memberantas nyamuk tersebut Kader Surabaya Sehat (KSH) mulai bergerak ikut turun lapangan. Sebab sarang nyamuk tersebut kalau tidak diberantas akan mengakibatkan tumbuh suburnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Para kader KSH yang sudah terbentuk di setiap kelurahan mulai bergerak dari rumah ke rumah. Para kader yang sebagian anggotanya wanita ini dengan dibekali rompi KSH mengajak ibu-ibu rumah tangga rajin membersian bak mandi agar terhindar dari jentik nyamuk. Musim hujan memang membawa dampak kesehatan. Misalnya penyakit DBD yang mudah terjadi saat musim hujan.

Salah satu kader KSH dari kelurahan Manukan misalnya aktf turun ke lapamgan. Mereka melakukan sosialisasi menjaga kebersihan. Mereka melihat bak mandi dan sisa genangan air disekitar rumah dan membasmi jentik nyamuk. 

Kader KSH Ni Made PA Ariantini Sutjahati mengatakan, semua kader yang ada di wilayahnya terus aktif memantau jentik yang ada di rumah warga. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD.

Dia mengatakan, KSH dalam memberantas nyamuk DBD tidak melakukan fogging. Sebab lebih efektif membasmi jentik nyamuk yang bersarang. "Di wilayah kami ada 400 KSH. Anggotanya kebanyakan ibu-ibu," kata Mbak Made yang di KSH menjabat sebagai bendahara. 

Pada musim penghujan Januari lalu ditemukan 12 kasus DBD di Surabaya Utara. Tepatnya di kawasan Semampir dan Kenjeran. Di kelurahan Ujung delapan kasus dan empat kasus di kelurahan Sidotopo.

Untuk menimalkan kasus DBD tersebut pihak kecamatan dan keluarahan mengadakan fogging di setiap rumah. Fogging dilakukan bila ada dua kasus DBD di daerah tersebut. Berdasarkan pantauan Ketik.co.d di lapangan pada akhir Januari lalu di RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan ditetemukan 3 kasus DBD, Namun pihak kelurahan setempat melalui KSH segera melakukan fogging di daerah tersebut.

Selain melakukan fogging petugas KSH juga menghimbau warga untuk meningkatkan kebersihan baik dalam rumah maupun di luar (halaman) yang ada genangan air. Selain itu pihak kelurahan setempat mengajak warga untuk melakukan kegiatan kerja bakti.

Untuk memberantas nyamuk, KSH menyosialisasikan gerakan 3 M plus. Yakni menguras, menutup bak mandi dan memanfaatkan barang-barang bekas. Tiap hari Jumat KSH dan petugas puskesmas turun untuk melakukan pemberantasan jentik, kata Yunus, camat Semampir kepada jurnalis (*)

Tags:

musim Hujan Waspada sarang Jentik dbd