Icon X Ketik media Siber
Icon X Ketik media Siber

Follow our social media:

Icon tiktok png Icon instagram png Icon facebook png Icon twitter png

Event:

Kanal:

Air Selokan Disulap Jadi Air Bersih untuk Atasi Kekeringan di Surabaya

Gambar Air Selokan Disulap Jadi Air Bersih untuk Atasi Kekeringan di Surabaya Seksi lingkungan RT 5 RW 5 Aktis Sumarto menjelaskan metode IPAL. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Air Selokan Disulap Jadi Air Bersih untuk Atasi Kekeringan di Surabaya

KETIK, SURABAYA – Warga di RT 5 RW 13 Kelurahan Kebraon Indah Permai, Kota Surabaya mengubah air selokan menjadi air bersih dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Terobosan itu dilakukan untuk mengatasi kesulitan air di musim kemarau.

Air bersih tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga misalnya untuk menyiram tanaman di sekitar lingkungan.

Ketua RT 5 RW 14 Kelurahan Kebraon, Indah Andi Aruji menceritakan awalnya pada Februari 2022 warga menanam pohon buah dalam pot saat musim hujan, namun masyarakat mendapat kendala saat melewati musim kemarau. 

"Nah terus kalau musim kemarau, siapa yang mau menyiram tanaman, dari situ kita mulai mikir," ungkap Indah Andi Aruji.

Karena hal tersebut, warga mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini, awalnya mereka ingin membuat sumur bor tetapi mereka memutuskan menggunakan metode IPAL.

"Pembangunan bulan Juli, kemudian Agustus ini sudah selesai, biayanya berasal dari swadaya masyarakat sekitar," ujarnya. 

Foto Instalasi IPAL yang digunakan warga RT 5 RW 13 Kelurahan Kebraon Indah Permai. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Instalasi IPAL yang digunakan warga RT 5 RW 13 Kelurahan Kebraon Indah Permai. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Mengenai proses metode IPAL, seksi lingkungan RT 5 RW 5, Aktis Sumarto menjelaskan bagaimana air selokan bisa menjadi air bersih. 

Awalnya air selokan warga ditampung serta disaring di sebuah tong dan air dibiarkan mengendap untuk memisahkan air dengan sedimentasi. 

"Hasil endapan air masuk ke ke bak ekualisasi. Fungsinya untuk menghomogenkan air," katanya. 

Setelah masuk ke bak ekualisasi, air kemudian berpindah ke bak 2 yang berisi bakteri anaerob. Fungsinya adalah untuk mendegradasikan bahan kimia. 

"Lalu, masuk ke bak 3, berisi bakteri aerob. Fungsinya mendegradasi bahan organik. Proses mampu mendegradasi bahan organik yang terlarut dalam air 40-60 persen," jelasnya. 

Setelah dari bak 3,  air masuk ke bak clarifier yang. Clarifier berfungsi untuk mengendapkan sedimentasi, sehingga air dari bak aerob bebas dari sedimentasi. Kemudian air masuk ke bak filter untuk menyaring serat-serat. 

"Kemudian masuk ke transfer tank, dan hasil akhir di bak penampung akhir," jelasnya. 

Sebagai indikator air hasil olahan sudah dipasang bersih, pihaknya menggunakan ikan yang diletakkan di akuarium. Bila ikan tersebut baik-baik saja, maka dipastikan air sudah bersih. 

"Rencana kita kan airnya untuk kolam budidaya ikan, sebelum kita terapkan kita kasih indikasi dulu," pungkasnya. (*)