Banyak Daerah Terkendala Akses, Pemprov Papua Barat Daya Harapkan Peningkatan Konektivitas Udara

Jurnalis: Moh. Awin Macap
Editor: Muhammad Faizin

23 Mei 2024 21:14 23 Mei 2024 21:14

Thumbnail Banyak Daerah Terkendala Akses, Pemprov Papua Barat Daya Harapkan Peningkatan Konektivitas Udara Watermark Ketik
Coffee morning dan bincang-bincang konektifitas udara di Papua Barat Daya. (Foto: Humas Pemprov Papua Barat Daya)

KETIK, SORONG – Pemprov Papua Barat Daya (PDB) mengakui, masih banyak kabupaten/kota di provinsi tersebut yang belum terjangkau atau belum dilalui oleh moda transportasi. Karena itu, peran pemerintah pusat sangat diharapkan untuk membantu mengatasi persoalan keterbatasan akses tersebut. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, UMK dan Koperasi (Disperindagkop) Pemprov Papua Barat Daya, Dr Suardi Thamal, dalam diskusi dan coffee morning bertajuk "Program Keperintisan dalam Menunjang Peningkatan Konektivitas Udara di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Tahun 2025".

Suardi Thamal hadir dalam diskusi yang digelar di Aston Hotel itu mewakili penjabat gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (22/05/2024). Diskusi digelar oleh Kantor UPBU Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong. 

Suardi menjelaskan, daerah di Papua Barat Daya yang tidak memiliki akses transportasi memadai itu umumnya berada di tengah hutan belantara dan perbukitan, dan hanya bisa ditempuh melalui jalan setapak atau melalui sungai menggunakan kapal tradisional.

“Pemerintah Papua Barat Daya sangat berterima kasih apabila ada penambahan rute penambahan perintis untuk daerah yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ucap Suardi.

Diakui Suardi, dalam satu dekade belakangan ini pemerintah telah membangun 1.700 Km jalan raya nasional di Provinsi Papua Barat Daya. Namun hal itu belum sepenuhnya mengatasi problem akses jalan di daerah tersebut. 

Pemprov Papua Barat Daya berharap terjalin sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta swasta. 

"Kami juga berharap ada perbincangan yang intens guna mendapatkan solusi yang terbaik sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian di Papua Barat Daya," papar Suardi. 

Acara Coffee Morning tersebut melibatkan Dinas Perhubungan dan Dinas Perindagkop baik provinsi maupun kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat.

Sementara itu, Kepala UPBU Kelas I DEO Sorong Cece Tarya menjelaskan pertemuan ini membahas konektivitas transportasi di PBD.

“Dalam hal ini, bagaimana membangun konektivitas di PBD dari satu daerah ke daerah yang lain didukung adanya sarana transportasinya baik oleh darat, laut maupun udara.Demografi Papua ini didominasi pegunungan, perairan serta udara dan ternyata lebih banyaknya melalui udara,” ujarnya.

Acara ini dihadiri pula Ketua BP3OKP PBD, Para Sekda kabupaten/kota se-PBD, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, Pimpinan PT. Gag Nikel, dan pimpinan maskapai penerbangan komersial di Sorong. (*)

Tags:

Bandara Deo Sorong Program Keperintisan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya Konektivitas udara Pemprov Papua Barat Daya Sorong Bandara perintis