Bau Sampah Diprotes Warga Puri Indah, DLHK Sidoarjo Copot Pengelola TPST Banjarbendo

Editor: Fathur Roziq

18 Mei 2024 20:22 18 Mei 2024 20:22

Thumbnail Bau Sampah Diprotes Warga Puri Indah, DLHK Sidoarjo Copot Pengelola TPST Banjarbendo Watermark Ketik
Petugas DLHK Sidoarjo menyiramkan eco lindi ke tumpukan sampah di TPST Banjarbendo. Mereka bertindak begitu selesai hearing di DPRD Sidoarjo pada Sabtu (18/5/2024). (Foto: DLHK Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau DLHK Sidoarjo memberhentikan pengelola TPST Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo. Pengelola TPST dinilai gagal karena diadukan ramai-ramai oleh warga Perumahan Puri Indah ke DPRD Sidoarjo pada Sabtu (18/5/2024). Mereka protes bau sampah.

Menurut Agus, salah seorang warga, anak cucunya setiap hari diracuni bau sampah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Banjarbendo. Dari pagi sampai pagi lagi. Bau sampah itu langsung masuk ke dalam kamar.

”Kami minta TPST dipindahkan segera,” kata warga RT 27, Perumahan Puri Indah tersebut, saat hearing dengan Komisi C DPRD Sidoarjo.

Amrullah, warga lain, mengkritisi lokasi TPST yang hanya berjarak 100 meteran dari perumahan. Padahal, aturannya, minimal jarak tempat sampah 500 meter dari permukiman. Amrullah mengaku sejak awal tidak setuju pendirian TPST milik DLHK Sidoarjo itu. Dia minta segera ditutup.

Namun, ada juga warga lain dari Desa Suko dan Banjarbendo yang berharap ada kajian lebih dulu. Sebab, jika TPST DLHK Sidoarjo itu langsung ditutup, ke mana sampah perumahan dan desa sekitarnya akan dibuang.

”Saya kira ini juga perlu dipikirkan,” ungkapnya.

Kepala DLHK Sidoarjo Dr Bahrul Amig pun menyatakan sangat berterima kasih atas kritikan warga tersebut. Dia juga meminta maaf karena kontrol terhadap pengelola lemah. Saat itu juga, Amig memastikan pengelola TPST Banjarbendo itu diberhentikan. Dicopot.

Mereka dinilai gagal menjalankan kepercayaan sebagai pengelola sampah. Juga tidak mampu berkomunikasi secara baik dengan warga. Tidak mendengarkan keluhan masyarakat. Juga tidak melaporkan secara serius protes warga ke DLHK Sidoarjo.

”Pengelola sudah kami panggil. Kami undang ke DPRD Sidoarjo ini, mereka juga tidak datang. Diwakilkan,” ungkap Amig dengan nada kesal di depan anggota DPRD Sidoarjo.

Amig menyatakan persoalan bau sampah itu sebenarnya mudah diatasi. Tidak perlu waktu lama. Cukup dalam 2 hari saja, bau sampah yang dikeluhkan warga Puri Indah bakal teratasi. DLHK pasti bertindak cepat.

Bahkan, mulai Sabtu sore (18/5/2024) itu juga, petugas DLHK Sidoarjo langsung turun ke lokasi. Mereka membawa truk tangki untuk menyemprotkan cairan eco lindi.

Eco lindi merupakan formula pembunuh bau sampah. Formula itu telah digunakan untuk melenyapkan bau ribuan ton sampah di TPA Griya Mulyo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Baunya hilang dalam hitunga menit.

Bahkan, Pemkot Surabaya telah meminta formula itu digunakan untuk menyemprot jutaan ton sampah di TPA Benowo, Surabaya. Lokasi TPA itu berada di dekat Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Padahal, saat itu, GBT hendak digunakan untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Berkat eco lindi, sampah TPA Benowo tidak berbau lagi.

Foto Petugas DLHK Sidoarjo menyiram peralatan TPST Banjarbendo dengan eco lindi pada Sabtu (18/5/2024). (Foto: DLHK Sidoarjo)Petugas DLHK Sidoarjo menyiram peralatan TPST Banjarbendo dengan eco lindi pada Sabtu (18/5/2024). (Foto: DLHK Sidoarjo)

Bagaimana soal tuntutan penutupan TPST Banjarbendo? Bahrul Amig mengajak warga Perumahan Puri Indah untuk berdialog lebih jauh. Yang penting masalah pokoknya teratasi. Bau dihilangkan. Pengelola TPST sudah dicopot karena tidak amanah.

Berikutnya, dia mengajak warga menjajaki berbagai kemungkinan solusi. Tidak serta-merta menutup TPST tanpa kajian lebih dulu. Sebab, TPST itu menampung  sampah dari 7.647 kepala keluarga (KK) di sekitarnya. Kalau TPST ditutup, pembuang sampah tambah ngawur. Mereka akan buang sampah seenaknya seperti dulu.

”Kami perlu konsolidasi. Mengajak omong dulu para penggerobak sampah di sana,” papar Amig.

Amig mengaku ingat saat pertama dibukanya TPST Banjarbendo ini. Saat itu sampah berceceran di jalan, sekitar makam Cina, dan sungai. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo kala itu harus membersihkan semuanya segera. Total ada sekitar 25 truk.

”Mari mencari skema solusi yang nantinya tidak menimbulkan masalah baru,” papar Amig.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno menyatakan sepakat memberikan kesempatan kepada DLHK Sidoarjo untuk mencarikan solusi. Secepatnya. Kajian-kajian dilakukan agar solusinya baik untuk warga.

”Jangan sampai pengelolaan tidak terorganisir dan menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Banjarbendo Imam Suroso juga berpendapat. Perlu ada kajian mendalam dan hati-hati tentang penutupan TPST Banjarbendo. Lebih-lebih bila belum ada lokasi baru untuk pembuangan sampah di sana.

”Jangan sampai sampah itu menumpuk lagi secara liar di makam Cina,” ungkap Imam.

Setelah berunding dengan alot, disepakati bahwa DLHK Sidoarjo diberi waktu antara 1 hingga 2 pekan untuk mengatasi masalah tersebut. Masalah bau sampah langsung diatasi. Untuk soal penutupan TPST atau pembatasan pembuangan, disepakati ada perundingan lanjutan antara warga, DLHK Sidoarjo, dan DPRD Sidoarjo.

”Kalau perlu rundingannya di lokasi TPST. Kami juga akan ikut ke sana,” tambah Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko. (*)

Tags:

DLHK Sidoarjo DPRD Sidoarjo Perumahan Puri Indah Bahrul Amig Sidoarjo Eco Lindi Sampah Gelora Bung Tomo Sampah TPA Jabon