Bea Cukai Bantah Ajak Kerja Sama Influencer untuk Jadi Buzzer

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

7 Mei 2024 09:00 7 Mei 2024 09:00

Thumbnail Bea Cukai Bantah Ajak Kerja Sama Influencer untuk Jadi Buzzer Watermark Ketik
Kantor Bea Cukai. (Foto: Suara.com)

KETIK, JAKARTA – Usai viralnya dugaan Bea Cukai menggunakan jasa influencer untuk perbaiki citranya yang buruk saat ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait hal tersebut.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto mengatakan jika instansinya tidak pernah bekerja sama dengan agensi untuk mengontak influencer guna memperbaiki citra Bea Cukai yang saat tengah menjadi sorotan masyarakat.

Pihaknya memang pernah menggunakan jasa influencer, namun hanya sebatas untuk tujuan edukasi mengenai layanan kepabenan dan cukai. Bea Cukai tidak pernah menyewa influencer untuk menjadi buzzer.

"Kami tidak menggunakan jasa buzzer untuk mendiskreditkan opini masyarakat khususnya terkait apa yang tengah ramai diperbincangkan belakangan ini," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut Nirmala menambahkan kerja sama dengan influencer selama ini hanya sebatas untuk publikasi terkait pemberian edukasi ke masyarakat agar peraturan kepabeanan dan cukai lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Edukasi tersebut dipandang penting karena selama ini masih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai aturan kepabeanan dan cukai, sehingga muncul misinformasi.

"Layaknya organisasi lain yang memahami pentingnya peran media sosial dan influencer dalam membantu menyebarkan dan menyederhanakan informasi yang kami miliki," tambahnya.

Sebelumnya santer beredal di berbagai media sosial mengenai dugaan penggunaan buzzer oleh instansi Bea Cukai untuk memperbaiki citra mereka yang memburuk.

Kabar tersebut didapat dari unggahan yang dibuat oleh akun @emgininamaku di X pada Rabu (1/5/2024). Akun X tersebut tampak membagikan ulang tangkapan layar chat yang berasal dari unggahan TikTok milik seorang influencer Bima Yudho.

“Saat ini agency kami sedang ada campaign bersama dengan lembaga Bea Cukai. Campaign ini bukan seperti buzzer, lebih ke bagaimana POV dari seorang KOL terkait pengalaman mereka yang berhubungan dengan Bea Cukai,” tulis agensi itu dikutip dari unggahan TikTokers Bima.

Karena tidak ingin bekerja sama dirinya dengan sengaja mematok harga yang cukup tinggi yakni senilai Rp 100 juta per video. Bima juga bercerita jika pihak agensi yang menawarinya kerja sama sempat mengontak lagi dan meminta Bima menghapus unggahannya tersebut. Namun, Bima tidak mau.

"Karena nanti ini instansi bisa playing victim seolah-olah gue di sini nyebar hoax," papar Bima.(*)

Tombol Google News

Tags:

bea cukai Kepabeanan Edukasi Buzzer Bima Agensi Citra Buruk kerja sama Influencer