Disbudpar Jatim Angkat Pesona Batik dan Tenun di East Java Fashion Harmony

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

18 Oktober 2023 15:49 18 Okt 2023 15:49

Thumbnail Disbudpar Jatim Angkat Pesona Batik dan Tenun di East Java Fashion Harmony Watermark Ketik
Kadisbudpar Jatim Dr Hudiyono bersama para model saat press conference East Java Fashion Harmony 2023, Rabu (18/10/2023).(Shinta Miranda Sari/KETIK)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) menggelar East Java Fashion Harmony (EJFH) 2023 di Gedung Amphitheater Taman Candra Wilwatikta Pasuruan pada 3 November 2023 mendatang.

Tahun ini merupakan tahun ketiga bagi penyelenggaraan EJFH yang juga masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf.

Kepala Disbudpar Jatim Dr Hudiyono saat press conference di Pendopo UPT Taman Budaya Jatim menjelaskan, sejumlah pelaku event terlibat dalam penyelenggaran. Mulai dari desainer, model dan perajin wastra. Semuanya berasal dari Jatim.

Hal tersebut sebagai wujud pemberdayaan dan memberikan ruang ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif Jawa Timur yang memiliki rasa cinta dan bangga terhadap profesinya dan bangga terhadap produk lokal Jawa Timur. 

"Event ini merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur, yakni Jatim Harmoni," sambung Hudiyono, Rabu (18/10/2023).

East Java Fashion Harmony (EJFH) 2023 mengusung tema Raswa Anindya Lantih Lan Batik Jawi Wetan (Rahasia Kecantikan Tenun dan Batik Jawa Timur). 

Konsep tersebut terinspirasi dari tiga tokoh perempuan yang berpengaruh besar di era Kerajaan Majapahit. 

Ada Gayatri, Tribhuwana Tunggadewi dan Dyah Suhita. Para tokoh perempuan ini adalah pejuang yang gigih di bidang mereka masing-masing. 

Ketiga tokoh perempuan itu dapat  dikatakan sebagai pemantik sejarah lahirnya emansipasi wanita yang digaungkan oleh R.A. Kartini.

Ternyata, R.A Kartini ini juga mendapatkan penghargaan sebagai duta batik pertama kali di Indonesia. 

Lima desainer terlibat mempersembahkan karya terbaik mereka. Ada Enricho Ho, Indarti, Olivia Gondoputranto dan Chrisna Christiana dan Amuszacky Fahim.

Desainer ternama Ivan Gunawan hadir sebagai desainer tamu bersama dua desainer dari Jawa Timur yaitu Elfa Fauqo dan Arinda Nurma.

Para desainer akan menampilkan beragam fashion bergaya busana kerja ready to wear berbahan tenun dan batik. 

Harapannya dapat menjadi trend fashion busana kerja khususnya bagi karyawan baik instansi pemerintah maupun swasta.  

Tenun dan Batik sendiri merupakan komposisi yang unik dalam dunia fashion, kekuatan yang muncul dari perbedaan motif menjadikan warna baru dalam hal kreasi busana. Motif tidak harus sama, melalui perbedaan motif tersebut akan melahirkan trend baru.

Terlebih jika disimak dari perspektif sejarah, Jawa Timur itu memiliki latar belakang yang cukup kuat dalam hal tenun dan batik, yakni keduanya merupakan salah satu bagian dari peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Berpijak dari landasan konsep yang demikian, dirancanglah event ini dengan tujuan untuk memberdayakan para perajin tenun dan batik di Jawa Timur yang produknya direkonstruksi menjadi desain busana baru dan menguak tabir kecantikan Tenun dan Batik dengan wadah tema “Raswa Anindya Lantih lan Batik Jawi Wetan”. 

"Hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan mutu dan nilai jual produk para pelaku ekonomi kreatif ke kancah yang lebih luas yakni internasional," kata Dr Hudiyono.

Para pelaku event yang terlibat pada East Java Fashion Harmony tahun 2023 ini dipilih melalui beberapa tahap mulai dari seleksi wastra (kain), seleksi desainer, hingga seleksi model. 

Seleksi wastra dilakukan berdasarkan data perajin tenun dan batik di Kabupaten dan Kota dan dipilih perajin yang terbaik. Kain tenun dan batik yang dipilih itu disesuaikan dengan kebutuhan gaya busana dan warna busana, serta konsep desain. 

Hingga pada akhirnya dipilih 12 perajin wastra. Terdiri dari 6 perajin tenun, antara lain Tenun Paradila-Kabupaten Lamongan, Tenun Mulya-Kota Kediri, Tenun Erha Lestari-Kabupaten Mojokerto, Tenun Bandoel-Kota Kediri, Sarung Tenun Goyor-Kabupaten Jombang, Tenun Telaga Sari-Kabupaten Trenggalek.

Kemudian perajin batik sebanyak 6 orang. Antara lain  Batik Baronggung-Kabupaten Tulungagung, Batik Jayanti-Kabupaten Malang, Batik Satrio Manah-Kabupaten Tulungagung, Batik Priti’s-Kabupaten Jember, Batik Berkah Mojo-Kabupaten Jombang dan 
Batik Soendari-Kota Malang.

Seleksi desainer pada tahap pertama dilakukan berdasarkan data desainer Jawa Timur yang telah lulus uji kompetensi dan bersertifikasi profesi dari Kemenparekraf. 

"Tujuannya untuk memberdayakan desainer yang memiliki legalitas dan memiliki pengalaman," katanya.

Dari 40 desainer diseleksi menjadi 10 orang berdasarkan portofolio dan desain yang dibuat sesuai dengan tema dan konsep, kemudian 10 orang terpilih harus mempresentasikan desain yang dibuat dan dari hasil presentasi dipilih 5 sebagai desainer East Java Fashion Harmony. 

Lima desainer terpilih dipandang mampu menuangkan desain sesuai dengan tema dan konsep yang telah ditentukan. 5 desainer terpilih.

Antara lain 3 dari Surabaya yakni Enricho Ho, Indarti, Olivia Gondoputranto, 1 dari Nganjuk yakni Chrisna Christiana dan 1 dari Banyuwangi yakni Amuszacky Fahim. 

Pemilihan peraga busana atau model melalui data dan rekomendasi agency kemudian dilakukan casting antara lain tinggi badan, berat badan, portofolio model serta mempertimbangkan keanggunan model. Dari hasil seleksi tersebut dipilih 38 model ditambah dua model nasional.

Semua karya desainer terbaik akan disajikan melalui fashion show yang akan ditampilkan oleh 40 model dan diramaikan oleh artis Ibu Kota Evie Tamala. Pastinya acara ini selain digelar secara offline juga akan disiarkan live melalui streaming di kanal YouTube resmi.

East Java Fashion Harmony sendiri telah masuk agenda KEN dan memenuhi kriteria ketat serta berdampak pada peningkatan peluang kerja, pengembangan komunitas dan keuntungan promosi wilayah jangka panjang.(*)

Tombol Google News

Tags:

East Java Fashion Harmony Hudiyono Disbudpar Jatim Kadisbudpar Jatim Wastra Nusantara Batik Tenun