KETIK, PALEMBANG – Pemilih Jawa di Sumatera Selatan sangat menentukan dinamika Pilpres terutama dalam menentukan suara tingkat Provinsi. Berdasarkan data, ada sekitar 31 persen masyarakat Jawa transmigran di Sumatera Selatan.
Pada Pilpres 2019 lalu, mayoritas pemilih Jawa di Sumatera Selatan menyumbang suara yang sangat signifikan pada Capres Joko Widodo sehingga mampu mengimbangi suara Prabowo di tingkat Provinsi.
"Bahkan di Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu basis terbesar pemilih Jawa di Sumatera Selatan menjadi satu-satunya yang mampu dimenangkan Jokowi di Provinsi Sumsel," ungkap Pemerhati Politik di Sumsel Fatkurohman dalam Kajian Terbatas bersama Aliansi Masyarakat Pujakesuma Sumsel, Sabtu (21/10/2023)
Dijelaskan Bung FK sapaannya, untuk pilpres 2024 dengan munculnya tiga pasang, pemilih Jawa di Sumsel terbelah di dua kandidat yakni Ganjar dan Prabowo.
Data pemetaan pada Maret lalu di dapil Sumsel I yang meliputi Palembang hingga Musi Rawas terlihat jelas Sumbangsih pemilih Jawa pada Ganjar dan Prabowo.
"50an persen pemilih Jawa transmigran memilih Ganjar sedangkan Prabowo diangka 30an persen. Sedangkan etnis lokal Sumsel lebih dominan memilih sosok Anies dan Prabowo ketimbang Ganjar," terang pria yang juga Koordinator Wilayah Sumsel Public Trust Institute ini.
Dengan gambaran ini, dijelaskan Alumni Sosiologi FISIP Unsri ini, secara struktur sosial politik kekuatan Ganjar ada pada pemilih Jawa transmigran namun belum maksimal karena Prabowo juga mendapat elektoral yang bagus pada pemilih ini terutama di Kabupaten Banyuasin yang saat ini masih menguasai basis terbesar Jawa di Sumsel ini.
"Apalagi jika nantinya Prabowo menggandeng Gibran bisa saja semakin kuat di basis Jawa. Untuk bisa bersaing di Sumsel Ganjar harus bisa memaksimalkan pemilih Jawa transmigran sebagai basis elektoral. Pemilih ini harus digarap maksimal. Analisis kita saat ini ketiga capres bersaing ketat di Sumsel dengan gambaran Etnis lokal lebih cenderung kepada Anies dan Prabowo sedangkan Jawa trans lebih cenderung ke Ganjar dan Prabowo," ungkap Eks Sekjen IKA FISIP Unsri ini.
Senada dengan BungFK, Ketua Aliansi Masyarakat Pujakesuma Sumsel, Lilik Agus Purwanto, juga menyampaikan masyarakat Jawa di Sumsel yang jumlahnya kurang lebih 2,6 juta dari total jumlah pemilih Sumsel.
"Ini akan menjadi faktor kunci kemenangan, dan itu tidak akan kami sia-siakan," terangnya.
Saat ini pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan berbagai komunitas masyarakat jawa yang ada di Sumatera Selatan, ada Komunitas pecel lele, komunitas pedang bakso, komunitas kesenian jaran kepang, komunitas kesenian reog, komunitas masyarakat tegal, komunitas masyarakat madura, dan tentunya dengan pengurus pujakesuma sendiri.
"Upaya ini kami sebut dengan 'ngumpulke balung pisah' (mengumpulkan kekuatan yang terpisah-red)," pungkasnya. (*)
Ganjar dan Prabowo Saling Rebut Suara Warga Jawa di Sumsel
21 Oktober 2023 08:44 21 Okt 2023 08:44



Tags:
Ganjar Pronowo Prabowo Subianto pilpres2024 pemilu2024 Ganjar vs Prabowo Sumsel Pemilih JawaBaca Juga:
Trending Sepekan: Imbauan Gubernur Jatim untuk Hindari Pelabuhan Ketapang hingga Rontek Gugah Sahur PacitanBaca Juga:
Trending Sepekan: Kondisi PSU Pilkada Magetan hingga Pakaian Tete Tu Dikomentari Sultan BacanBaca Juga:
Trending Sepekan: Kodim 0811 Tuban Amankan Truk Muatan LPG hingga Warga Kawasi Halsel Puasa ListrikBaca Juga:
Trending Sepekan: Takziah Persib ke Rumah Bejo Sugiantoro hingga Lowongan Kerja Badak LNGBaca Juga:
KPU Kota Batu Gelar Diskusi Kelompok, Harapkan Laporan Evaluasi yang ObjektifBerita Lainnya oleh Samsul HM

2 April 2025 20:15
April 2025 Diprediksi Bulan Keberuntungan Semua Zodiak

1 April 2025 19:48
Kampung Nuansa Jepang di Banjar Sugihan Surabaya Siap Menyambut Libur Lebaran

1 April 2025 13:21
Korban Jiwa Gempa Myanmar Tembus Hingga Lebih dari 2 Ribu Orang, Baznas RI Berangkatkan Tim Kemanusiaan

30 Maret 2025 22:23
Sunoto Mudik dari Surabaya ke Jember Pakai Bentor

29 Maret 2025 21:53
Waspada! Sesar Kendeng di Jatim Bisa Picu Gempa Bumi Seperti di Myanmar

27 Maret 2025 22:44
Prediksi BMKG: Kota Surabaya Terpantau Berawan pada 31 Maret 2025

Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

27 Maret 2025 21:54
Mudik Gratis Disambut Meriah, Ratusan Warga Jepara Pulang Kampung Tanpa Biaya

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri
Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

27 Maret 2025 21:54
Mudik Gratis Disambut Meriah, Ratusan Warga Jepara Pulang Kampung Tanpa Biaya

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri
