Gubernur Khofifah Napak Tilas Sejarah Ibu Fatmawati di Bengkulu

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Marno

3 Juli 2023 10:21 3 Jul 2023 10:21

Thumbnail Gubernur Khofifah Napak Tilas Sejarah Ibu Fatmawati di Bengkulu Watermark Ketik
Gubernur Khofifah saat mencoba mesin jahit ibu Fatmawati. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

KETIK, BENGKULU – Di sela-sela kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, Minggu (2/7/2023).

Gubernur Khofifah bertandang ke bangunan cagar budaya Rumah Ibu Fatmawati di Jalan Fatmawati, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu. Ibu Fatmawati merupakan sosok yang menjahit bendera merah putih dan dikibarkan pertama kalinya pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Gubernur Khofifah mengaku takjub melihat bangunan yang terawat dengan baik dan bersih. Apalagi, koleksi-koleksi asli peninggalan Ibu Fatmawati juga masih tersimpan rapi."Saya kagum karena ini bangunannya masih sangat terawat dengan baik,"ungkap Khofifah.

Foto Gubernur Khofifah saat mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu. (Foto: Humas Pemprov Jatim)Gubernur Khofifah saat mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Saat melihat lihat koleksi di dalam rumah tersebut, banyak terdapat aneka foto dan berbagai koleksi barang barang termasuk mesin jahit yang dahulu digunakan untuk menjahit bendera merah putih dan beberapa pakaian.

"Mesin jahit itu adalah alat yang digunakan beliau untuk menjahit bendera merah putih yang kemudian menjadi indentitas nasional bangsa dan negara Indonesia," tuturnya.

Saking kagumnya dengan sosok ibu Fatmawati, Gubernur Khofifah pun meminta izin untuk duduk dan mencoba mesin jahit ibu fatmawati tersebut. Jari jemarinya mengingatkan kita terhadap sosok Ibu Fatmawati di masa-masa perjuangan kemerdekaan. 

Menurutnya, Sosok Fatmawati menjahit Bendera Merah Putih menjadikan perempuan kelahiran Bengkulu 5 Februari 1923 itu sebagai pahlawan dan tokoh yang sangat inspiratif serta panutan bangsa khususnya bagi kaum perempuan. 

"Menjahit Bendera Merah Putih menjadi tanda bukti hormat atas perjuangan Ibu Fatmawati sekaligus mengingatkan seluruh pihak untuk selalu meneladani semangat kejuangan dan nasionalisme," tambahnya.

Selepas dari rumah ibu Fatmawati, mantan Menteri Sosial RI tersebut meneruskan perjalanan menuju tempat pengasingan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno. di Jalan Soekarno Hatta No. 8, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. 

Setibanya di sana, Khofifah disuguhkan foto beserta narasi sejarah Bung Karno selama diasingkan saat masa penjajahan. Tercatat Bung Karno diasingkan di Bengkulu sejak 1938 - 1942. 

Di ruang tamu, tersimpan berbagai benda bersejarah peninggalan Bung Karno seperti sepeda ontel, buku bacaan, kostum Tonil Monte Carlo naskah sandiwara dan lain sebagainya. 

"Sepeda ini asli yang dipakai bung Karno ya pak?," tanya gubernur Khofifah kepada Surgrahanudin. 

Tak ketinggalan, ratusan koleksi buku berbahasa Belanda terlihat mengisi salah satu sudut rumah yang dulunya digunakan sebagai ruang kerja Bung Karno. Buku-buku tersebut menemani Soekarno selama pengasingan.

"Beliau selama di pengasingan banyak membaca. Tak heran, kematangan berpikirnya sebagai seorang pemimpin dari seluruh dunia berhasil ia dapatkan," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Napak tilas sejarah Bung Karno Ibu Fatmawati Kemerdekaan bendera merah putih Gubernur Khofifah