Ini Sejarah Jumat Agung bagi Umat Kristiani

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

29 Maret 2024 08:44 29 Mar 2024 08:44

Headline

Thumbnail Ini Sejarah Jumat Agung bagi Umat Kristiani Watermark Ketik
Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Jumat Agung adalah hari raya umat Kristiani yang jatuh pada hari Jumat sebelum Minggu Paskah. Hari ini diperingati sebagai hari penyaliban Yesus Kristus, menandai akhir dari masa Prapaskah dan awal dari masa Paskah.

Umat Kristiani biasanya mengadakan ibadah khusus dan refleksi tentang makna sakral peristiwa penyaliban tersebut.

Jumat Agung merupakan salah satu hari paling sakral dalam kalender liturgi Kristen. Berikut adalah sejarah lengkap Jumat Agung:

1. Peristiwa dalam Kitab Suci: Menurut catatan Injil, Jumat Agung menandai hari penyaliban Yesus Kristus, putra Allah menurut ajaran Kristen. Menurut kitab suci, Yesus ditangkap pada Kamis Malam Putih, diadili pada Jumat pagi oleh Gubernur Romawi Pontius Pilatus, dan kemudian disalibkan di Bukit Golgota di luar kota Yerusalem.

2. Pentingnya dalam Tradisi Kristen: Jumat Agung adalah puncak dari masa Prapaskah, periode 40 hari persiapan menjelang perayaan Paskah. Peristiwa penyaliban Yesus dipandang sebagai titik pusat dalam iman Kristen, di mana Yesus dikorbankan demi penebusan dosa manusia.

3. Ritual dan Perayaan: Jumat Agung biasanya diperingati dengan ibadah khusus di gereja-gereja Kristen, termasuk liturgi khusus yang mengingatkan umat akan penderitaan dan pengorbanan Kristus. Beberapa gereja juga mengadakan prosesi Salib, mengingatkan umat akan jalan salib yang dilalui Yesus sebelum disalibkan.

4. Praktik Keagamaan: Banyak umat Kristen mengamalkan puasa pada Jumat Agung sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas penderitaan Kristus. Ada pula tradisi untuk berpartisipasi dalam ibadah Tujuh Sakramen, melakukan pembacaan dan meditasi atas kisah-kisah penderitaan Yesus, serta berdoa bagi keselamatan umat manusia.

5. Signifikansi Teologis: Jumat Agung menjadi titik fokus teologi Kristen tentang penebusan, pengampunan dosa, dan kasih Allah yang tak terbatas. Penderitaan Yesus dipahami sebagai pengorbanan yang diperlukan untuk keselamatan umat manusia, dan perayaan Jumat Agung menegaskan iman Kristen dalam kebangkitan Kristus dan janji kehidupan kekal bagi yang percaya.

Dengan demikian, Jumat Agung tidak hanya merupakan hari yang mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga memegang peran sentral dalam kehidupan spiritual umat Kristen, mengajarkan tentang pengorbanan, penebusan, dan harapan akan kebangkitan Kristus.(*)

Tags:

Jumat Agung sejarah Kristiani Katolik gereja