Jokowi: Pandemi COVID-19 Harus Jadi Pelajaran Berharga G20 dan Dunia

Editor: M. Rifat

15 November 2022 21:54 15 Nov 2022 21:54

Thumbnail Jokowi: Pandemi COVID-19 Harus Jadi Pelajaran Berharga G20 dan Dunia Watermark Ketik
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pandangannya di KTT G20 (15/11). (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, DENPASAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau seluruh peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tidak mengulangi kesalahan ketika menangani wabah global COVID-19 merebak dua tahun lalu. Peristiwa yang telah terjadi itu, harus dijadikan pembelajaran berharga dalam penanganan wabah di masa depan.

"Jadikan, kata "never again" pada masa lalu dan menjadikan mantra dalam mencegah kemungkinan pandemi di masa depan," kata Presiden Jokowi ketika membuka working session II yang mengambil tema "Health" pada KTT G20 pada Selasa (15/11/2022).

Menurut Presiden, program darurat kesehatan yang sedang dibangun saat gelaran Presidensi G20 Indonesia harus dapat diteruskan. Sebab, konsep tersebut muncul dari gagasan atau kisah sukses para anggota G20 dalam mengatasi penyebaran wabah di negara masing-masing.

Ada beberapa program berkaitan dengan arsitektur kesehatan global yang jadi keputusan bersama antara lain pandemic fund yang telah berjalan. Dalam program itu, Indonesia telah menyumbangkan sebesar USD50 juta. Untuk itu Presdien mengajak seluruh negara berpartisipasi demi pendami di masa mendatang.

Negara anggota G20 lain, lanjut Presiden, harus memastikan program tersebut berjalan, bukan sekedar berkontribusi dengan memberikan sejumlah dana di program pandemic fund tersebut.

"Harus ikut mengawal proses itu, untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nasional kawasan dan global," jelas Presiden.

Foto Suasana KTT G20. (Foto: BPMI Setpres)Suasana KTT G20. (Foto: BPMI Setpres)

Kemudian, program yang berkaitan dengan pemberdayaan. Sebagai solusi dari kesenjangan kapasitas kesehatan. Secara khusus, negara berkembang perlu mendapatkan program itu secara adil.

Dengan cara, mendorong negara berkembang menjadi bagian dari rantai pasok global. Dari mulai manufaktur dan riset, karena kedua hal itu dapat menjadi investasi dalam industri kesehatan. Sehingga, dapat membuat arsitektur kesehatan menjadi lebih baik.

"Kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas, itu yang penting," kata Presiden.

Melanjutkan dua program itu, tentunya menjadi upaya dalam menerapkan kesiapsiagaan para negara anggota G20 dalam mencegah wabah di masa depan. Jadi, bisa meminimalisir dampak dari wabah dalam berbagai sendi kehidupan.

Harapannya, dengan melanjutkan dua program itu dapat menyelamatkan banyak nyawa ketika berlangsungnya wabah kembali, roda perekonomian negara juga dapat tetap kuat dalam menghadapi dampaknya.

"Kita tidak boleh lengah darurat kesehatan berikutnya, karena pandemi dapat muncul kapan saja, kali ini dunia harus lebih siap. Dengan kesiapsiagaan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian," pungkas Jokowi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Jokowi KTT G20 Covid