Meski Belum Juara, Ada Peningkatan di Tunggal Putri

Editor: M. Rifat

21 November 2022 16:04 21 Nov 2022 16:04

Thumbnail Meski Belum Juara, Ada Peningkatan di Tunggal Putri Watermark Ketik
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat tampil di Australia Terbuka 2022. Dia meraih medali perak di turnamen tersebut. (Foto: Humas PP PBSI)

KETIK, JAKARTA – Pelatih tunggal putri Pelatnas Cipayung, Herli Djaenudin mengaku lega dengan penampilan dua pemain tunggal putri pada turnamen bulutangkis Australia Terbuka 2022. Meski belum juara, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani menunjukkan ada peningkatan performa.

Selama mengikuti turnamen level BWF World Tour Super 300 yang berlangsung di Quay Centre, Sydney Olympic Park, Sydney, Australia, 15-20 November 2022, penampilan kedua pemain ini makin meningkat. Gregoria melaju ke final sebelum dikalahkan unggulan pertama, An Se Young (Korea Selatan), 17-21, 9-21. Sebelumnya di semifinal, dia menekuk Han Yue (China), 18-21, 21-16, 21-14.

Sementara itu, Putri KW bertahan hingga babak kedua, sebelum dijegal Nozomi Okuhara asal Jepang lewat laga tiga gim dengan 17-21, 21-16, 17-21. Sebelumnya, dia mengalahkan wakil Malaysia, Soniia Cheah, 21-19, 21-15.

"Performa Gregoria dan Putri KW di Australia Terbuka bisa dikatakan cukup bagus. Keduanya menunjukkan adanya peningkatan performa," sebut Herli dalam rilis PP PBSI.

Gregoria, disebut Herli ada kemajuan berarti. Secara keseluruhan juga naik grafiknya. Padahal, ini merupakan turnamen keempat secara beruntun sejak Denmark, Prancis, dan Hylo Terbuka. Dengan istirahat kurang dari seminggu, dia sudah berangkat lagi ke Australia Terbuka.

Di semifinal, lewat perjuangan keras, Gregoria mampu mengatasi Han Yue. Kemenangan ini sekaligus revans atas kekalahan di semifinal Hylo Terbuka. "Gregoria mampu tampil habis-habisan di semifinal. Dia ngotot dan punya semangat. Dia terus berjuang keras saat melawan Han Yue di semifinal. Setelah kalah di gim pertama, dia bisa bangkit untuk merebut dua gim berikutnya. Dia berjuang bahkan sampai muntah untuk menang," ucap Herli.

Dengan kondisi kebugaran tubuh yang belum pulih, di final Gregoria tetap memaksakan diri melawan An Se Young. Setelah mampu mengimbangi di gim pertama, akibat fisik yang menurun dan fokus hilang, dia banyak membuat kesalahan sendiri.

"Meski begitu, saya lihat antusiasme di lapangan dan rasa percaya diri Gregoria sudah kembali. Hal itu bisa menjadi modal untuk menghadapi kompetisi tahun depan. Tinggal ditambah latihan dan kekuatannya," kata Herli.

Menurut Herli, Putri KW juga tampil bagus, meski akhirnya dikalahka Nozomi lewat pertarungan tiga gim. Anak didiknya ini mampu mengimbangi pemain asal Negeri Sakura. Sayang, tiga angka terakhir yang mengantarkan Nozomi memenangi pertandingan itu karena kesalahan sendiri Putri KW.

"Yang harus dicatat, Putri KW mampu melakukan revans kepada Soniia Cheah di babak pertama. Performanya lebih baik dibanding saat dikalahkan pemain Malaysia itu di babak pertama di Kejuaraan Dunia di Tokyo lalu," ujar Herli. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gregoria pp pbsi pelatnas cipayung