Pangdam Brawijaya Farid Makruf Puji Muhammadiyah: Organisasi Moderat

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

1 Februari 2023 06:49 1 Feb 2023 06:49

Thumbnail Pangdam Brawijaya Farid Makruf Puji Muhammadiyah: Organisasi Moderat Watermark Ketik
Pangdam Brawjaya Mayjen Farid Makruf saat menyerahkan buku "Tadulako, Leluhur Sulawesi Tengah, dari Mitos ke Realitas" kepada Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr. dr. Sukadiono, Selasa (31/1/2023).(Dok.Pendam Brawijaya)

KETIK, SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf memberikan pujian kepada Muhammadiyah saat kunjungan di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Selasa (31/1/2023) kemarin.

Pujian itu bukan tanpa alasan. Pangdam Mayjen TNI Farid Makruf melihat jika langkah-langkah organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini sangat luar biasa.

Pangdam menegaskan, bahwa Muhammadiyah adalah organisasi modern dan moderat serta mampu menyampingkan ego sektoral. 

“Itu terbukti dengan terlibat aktifnya Muhammadiyah dalam peringatan hari lahir 1 abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo beberapa waktu mendatang dengan menyediakan layanan kesehatan berupa ambulance dan paramedis,” sebut Mayjen TNI Farid Makruf di hadapan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr Sukadiono bersama jajaran pengurus. 

Mantan Kepala Penerangan Kopassus itu juga menyampaikan bahwa sebagai pimpinan baru di Kodam V/Brawijaya ia harus kulo nuwun kepada tuan rumah. 

"Saya ke sini untuk memohon doa dan dukungan dan Muhammadiyah. Saya baru saja sertijab sebagai Pangdam V/ Brawijava. Saya yakin tidak ada manusia super dan tidak ada lembaga super body, Maka saya mohon doa dari ulama Muhammadiyah supaya dalam menjabat bisa bekerja dengan baik,” ujamya.

Perwira tinggi asal Tanah Merah, Bangkalan itu pun memohon petunjuk, saran, dan arahan dari pimpinan Muhammadiyah untuk bersama-sama bisa mendukung perbangunan dan kemajuan Jawa Timur.

Terutama, dalam pembinaan sumber daya manusia dan pembinaan keagamaan. la juga mengajak Muhammadiyah untuk bersinergi dengan lembaga yang dipimpinnya. 

Fand Makruf juga memandang, Muhammadiyah adalah organisasi yang sangat moderat dan modern dalam berorganisasi. Para pimpinannya juga dikenal legowo dan berbesar hati. 

Menanggapi pujian Pangdam, Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr Sukadiono lalu memaparkan tentang lima doktrin Muhammadiyah.

Yaitu ketauhidan, menggerakkan pencerdasan bangsa, memobilisasi pendirian amal usaha, terbuka bekerja sama dengan siapapun, dan menjauhi politik praktis.

Suko menegaskan, sikap Muhammadiyah terhadap kekuasaan dan pemerintah adalah kitis dan kooperatif. Sebaliknya, Muhammadiyah bukan besikap konfrontatif dan kontradiktif. 

"Insya Allah, kami akan terus memberikan masukan vang baik kepada pemerintah," tandas Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut. 

Pada saat yang sama, Pangdam Farid Makruf juga memperkenalkan Filosofi Tadulako. Ia menceritakan pengalaman bagaimana saat melakukan riset atas Tadulako, sosok yang diyakini sebagai simbol kepemimpinan di Sulawesi Tengah di mana ia menjadi Danrem 132/Tadulako. 

Pada akhirnya ia menyimpulkan bahwa Tadulako adalah nilai moral dan budaya bermuatan kejuangan, semangat, pengabdian nan tulus dan ikhlas, serta pengorbanan bagi kemaslahatan orang banyak. 

Akhir kunjungannya, Pangdam Brawijaya Farid Makruf memberikan Buku Tadulako, Leluhur Sulawesi Tengah, dari Mitos ke Realitas krpada Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr. dr. Sukadiono.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf PW Muhammadiyah Jatim Dr Sukadiono