Paparkan Program Kesehatan Ganjar - Mahfud, Atikoh: Kita Harus Bebas Polio

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

20 Januari 2024 02:28 20 Jan 2024 02:28

Thumbnail Paparkan Program Kesehatan Ganjar - Mahfud, Atikoh: Kita Harus Bebas Polio Watermark Ketik
Siti Atikoh mengingatkan jamaah Istigosah Akabar masalah polio harus menjadi permasalahan bersama, Jumat (19/1/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio yang terjadi di Jawa Timur menjadi perhatian tersendiri bagi istri capres Ganjar Pranowo, Siti Atikoh. Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya sudah tidak terjadi kembali, setelah pada tahun 2014, Indonesia sudah diberi status bebas polio oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO. 

"Mungkin kita kecolongan, kemarin ketika pandemi covid, sehingga imunisasi polio coverage (cakupan)-nya kurang. Dari 2014 itu Indonesia sudah bebas dari polio, ternyata sekarang malah ditemukan kasus itu. Padahal targetnya 2026 seluruh indonesia bebas polio," kata Atikoh, Jumat (19/1/2024).

Menurutnya, kasus polio harus segera diberantas. Sebab, banyak kasus polio yang tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Gejalanya bahkan ringan seperti orang masuk angin atau kecapekan. Yakni badan meriang, sendi pegal-pegal dan sebagainya.

Saat ini, kata Atikoh, pemberantasan penyakit polio bukan hanya perhatian secara lokal namun juga dunia. Paling penting saat ini menurutnya, adalah memberikan edukasi yang masif kepada keluarga Indonesia terutama ibu-ibu. Ia mengibaratkan ibu adalah tiang keluarga dan negara. Selain itu, pemerintah harus bergerak cepat melalukam imunisasi polio di seluruh pelosok negeri.

"Kita harus edukasi terkait dengan itu. Kalau untuk pencegahan jalan satu-satunya pemberian imunisasi kepada anak-anak karena yang rentan itu anak dibawah umur lima tahun. Imunisasi harus benar-benar komplit, lima kali enam kali untuk booster juga," ujar cucu KH Hisyam Abdul Karim, tokoh NU Purbalingga ini. 

Berbicara tentang penanganan kasus polio jika Ganjar-Mahfud memenangi Pilpres, Atikoh mengaku bahwa pasangan ini akan memberantas polio dan mengembalikan status bebas polio Indonesia. Apalagi Ganjar-Mahfud punya segudang program di bidang kesehatan.

Ia mengaku, Ganjar-Mahfud akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Dan salah satunya adalah pembebasan penyakit polio di dalam negeri. Atikoh mengatakan Ganjar-Mahfud akan memaksimalkan sumber daya manusia di bidang kesehatan untuk gotong royong menyelesaikan masalah polio ini.

"Kita mau bicara masalah Indonesia Emas, tentu SDM-nya harus unggul. Jangan sampai anak-anak kita, karena kita teledor, lupa mengingatkan orang tua, karena begitu lahir harus langsung mendaptkan imunisasi polio yang tetes sampai usia 9 bulan empat kali. Setelah itu, imunisasi suntik umur 1 tahun. Ternyata jika ada kejadian ini berarti mungkin coverage-nya belum cukup. Ini tugas kita bersama, gotong royong menyelesaikan ini," katanya.

Terkait dengan program kesahatan Ganjar-Mahfud dengan target pemberantasan polio, Atikoh mengaku Ganjar-Mahfud punya program kesehatan yang menyentuh desa. Misalnya, memperkuat satu desa, satu faskes satu nakes, kemudian posyandu, itu dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

"Jadi ini benar-benar berbasis komunitas. Insya Allah Ganjar-Mahfud akan memberikan insentif kepada kader-kader posyandu agar bisa menyelamatkan anak bangsa. Posyandu di Indonesia, berjumlah 330.000 ribu lebih, dengan jumlah kader 1,5 juta. Tentu tidak berat bagi negara, kalau kita memang mau mencetak generasi unggul dengan cara semua warag negara kuat, semua warga negara itu sehat," tutupnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Siti Atikoh Ganjar Mahfud Polio Masalah Polio imunisasi Polio polio tanggung jawab bersama Ganjar Pranowo Mahfud MD Indonesia Emas 2045