Pemprov Jatim dan Dubes Thailand Bahas Kerja Sama Pertanian hingga Halal Tourism

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Marno

1 Maret 2024 22:24 1 Mar 2024 22:24

Thumbnail Pemprov Jatim dan Dubes Thailand Bahas Kerja Sama Pertanian hingga Halal Tourism Watermark Ketik
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menemani Dubes Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat melihat tarian penyambutan tamu di Gedung Negara Grahadi, Jumat (1/3/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Dalam sepekan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kedatangan tiga duta besar (dubes) dari negara-negara lainnya. Kali ini Pemprov Jatim kedatangan Dubes Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat yang melakukan pembicaraan untuk melakukan kerja sama dalam bidang pertanian hingga halal Tourism.

"Kami melakukan diskusi, dalam diskusi itu kami melakukan pembicaraan tentang investasi dalam.bidang pariwisata, pertanian, perikanan dan juga energi terbarukan," ucap Dubes Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, Jumat (1/3/2024).

Prapan menjelaskan jika dirinya sudah berdiskusi dengan perusahaan Thailand yang ada di Jawa Timur. "Mereka mengemukakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Surabaya apalagi di Jawa Timur," bebernya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono mengaku bentuk kerja sama ini mengangkat investasi dalam bidang pariwisata. Dimana potensi wisata di Jatim cukup banyak sehingga akan menciptakan halal tourism. "Jadi tidak hanya halal food saja tapi halal tourism yang memang saat ini sedang dikembangkan di Thailand," bebernya.

Adhy menjelaskan bentuk investasi yang akan dilakukan antara Pemprov Jatim dengan pemerintah Thailand. "Pertanian Thailand cukup bagus, adanya bibit padi yang bisa panen hingga 4 kali," ucapnya.

Adhy mrnjelaskan jika bentuk kerja sama ini dengan mengembangkan holtikultura, mengingat Thailand merupakan penghasil durian yang sangat baik dan dikenal atas teknologi pertanian mutakhir. Termasuk dalam penanaman dan pengolahan beras.

"Thailand sangat baik di bidang holtikultura, seperti durian lalu budidaya dan pengolahan pasca panen durian sangat bagus. Untuk pertanian sudah ada perusahaan yang melakukan penjajakan salah satunya sehubungan dengan beras," jelasnya.

Begitu juga di bidang perikanan, Pj. Gubernur Adhy berharap kerja sama di bidang pengolahan dan pengalengan ikan untuk ekspor impor diharapkan dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Sedangkan perkembangan perikanan di Jawa timur dan pengolahan untuk ekspor impor ini juga berpotensi kita kembangkan. Oleh karena itu kerja sama di bidang pertanian dan perikanan diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi," terang Adhy.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur Adhy menambahkan  hubungan ini akan dapat diperkuat di bidang pariwisata. Jawa Timur memiliki potensi luar biasa, begitu pula masyarakat Jatim yang tertarik dengan objek wisata di Thailand.

Masyarakat Jawa Timur  sudah akrab dengan Thailand sebagai salah satu destinasi pariwisata budaya, dan kuliner, terutama dengan dibukanya industri pariwisata halal di Thailand. Makanan dan jajanan Thailand yang tersertifikasi halal juga menjadi daya tarik bagi masyarakat Jatim.

Terkait hal itu, Pj. Gubernur Adhy menekankan Pemprov Jatim menyambut baik rencana pembukaan penerbangan langsung Surabaya-Bangkok.

"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya dan selamat datang di Jawa Timur, sungguh kehormatan bagi kami. Masyarakat Jawa timur sangat mengenal Thailand atas budaya, hiburan, terutama destinasi wisata dan kuliner atau jajannya. Kita dengan tangan terbuka mengupayakan aksesibilitas bandara udara untuk menghubungkan Thailand dan Jawa Timur," katanya.

Pj. Gubernur Adhy juga menyebutkan besarnya kemungkinan kerja sama dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehubungan dengan energi baru terbarukan. Selain itu, ia ingin hubungan ini akan mendorong aksesibilitas lebih mudah di Jatim melalui pembangunan tol laut dan pemanfaatan pelabuhan internasional Probolinggo.

"Kerja sama ini juga berpotensi untuk dikembangkan dalam pembangunan PLTS, teknologinya sudah  harus ada dan Jatim bisa mendapat penguatan di bidang infrastruktur, contohnya dengan pembangunan tol laut dan memanfaatkan potensi Pelabuhan Internasional Probolinggo," paparnya.

Tak hanya kerja sama, Pj. Gubernur Adhy pun mengenalkan potensi investasi Thailand di Jawa Timur, yang didukung oleh tingginya realisasi investasi Jawa Timur di tahun 2023 yang mencapai Rp. 145,1 triliun. serta kemudahan kebijakan untuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Investasi Thailand di Jawa Timur sendiri sejak tahun 2010 hingga tahun 2023, dicatatkan sebanyak 7 bidang usaha di 5 kabupaten dan kota dengan nilai investasi sebesar USD 417.11 juta. Selain itu, terdapat 12 perusahaan dari Thailand di Jawa Timur.

"Kami mengucapkan terimakasih bahwa Thailand terus menginvestasikan dan mengusahakan perusahaan-perusahaan Thailand di Jatim. Kami mengapresiasi hal ini dengan mempertahankan kepercayaan investor. Dengan itu, Thailand juga berkontribusi pada investasi Jatim tahun 2023 yang melampaui target RPJMD, juga melampaui target capaian investasi nasional," ungkapnya. (*)

Tags:

Thailand Pemprov Jatim Gubernur Jatim Jawa timur Pj Gubernur Jatim Pj Gubernur Adhy Adhy karyono