Wapres Beri 5 Poin Arahan Rakornas Penanggulangan Bencana

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

24 April 2024 08:53 24 Apr 2024 08:53

Thumbnail Wapres Beri 5 Poin Arahan Rakornas Penanggulangan Bencana Watermark Ketik
Wapres Ma'ruf Amin saat konfrensi pers Rakornas PB, di Pullman Grand Central Kota Bandung, Rabu (24/4/2024). (Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka secara langsung Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2024, di Pullman Grand Central Kota Bandung, Rabu (24/4/2024). 

Wapres Ma'ruf Amin menyoroti kejadian bencana pada tahun 2023 yang didominasi bencana hidrometeorologi basah, serta masih banyaknya daerah yang memiliki indeks risiko bencana tingkat tinggi. Untuk itu, guna mengurangi dampak dan risiko bencana yang semakin kompleks, Wapres memberikan butir-butir arahan kepada para peserta Rakornas PB 2024. 

Adapun arahan yang pertama, Wapres meminta untuk dikembangkannya industrialisasi penanggulangan kebencanaan dengan penerapan teknologi dan inovasi, dengan manfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intellegence (AI). 

Menurut Ma'ruf Amin, teknologi kecerdasan buatan akan berguna untuk untuk memantau potensi bencana, mengembangkan sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, serta meminimalisasi risiko bencana.

Kedua, Ma'ruf mengatakan agar dapat dilakukan pemetaan risiko bencana secara tepat dan valid. Kemudian hasil dari pemetaan tersebut diintegrasikan dalam perencanaan dan implementasi terkait penataan ruang, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

"Hal ini menjadi penting untuk  mengendalikan risiko bencana yang ada, sekaligus mengurangi timbulnya risiko bencana baru," tandasnya. 

Berikutnya yang ketiga, ia menekankan pelayanan kebencanaan dapat diperkuat. Hal tersebut menurutnya bisa dilakukan melalui penguatan kelembagaan BPBD baik dalam hal kewenangan, kompetensi sumber daya manusia, logistik, dan peralatan.

Kemudian arahan keempat, Ma'ruf meminta agar diterapkannya kebijakan dan upaya pemulihan pascabencana. Ia pun mengingatkan agar dipastikan adanya pembagian peran antara pusat dan daerah secara proporsional, dalam rangka membangun ketangguhan dan kemandirian masyarakat dan mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang.

Adapun arahan terakhir, Wapres berpesan untuk dapat menyusun dan merencanakan pembiayaan kegiatan penanggulangan bencana secara integratif dan tidak tumpang tindih.

"Saya minta skema pembiayaan penanggulangan bencana dijalankan untuk mengatasi kesenjangan anggaran penanggulangan bencana di daerah. Salah satunya bisa dilakukan melalui pendayagunaan Dana Bersama Penanggulangan Bencana untuk daerah, yang disesuaikan dengan tingkat risikonya," pungkas Wapres. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wapres Wapres Ma'ruf Amin Bencana penangggulangan bencana bnpbbpbd