KETIK, SURABAYA – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,6 di Mandalay, Myanmar, Jumat, 28 Maret 2025 pukul 13.20 waktu stempat menarik perhatian Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Gempa tersebut menewaskan sekitar 1.008 orang dan puluhan gedung yang rusak berat.
Berdasarkan analisis divisi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG disebutkan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya tergolong jenis gempa bumi dangkal. Gempa bumi tersebut terjadi akibat sesar Besar Sagaing.
“Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme mendatar (strike-slip),” kata Dr. Daryono dalam rilis yang dikirim ke Geofisika Nganjuk.
Haryono menyebutkan, gempa di Myanmar tidak berpotensi tsunami. “Gempa ini tidak mempengaruhi kewilayahan Indonesia. Masyarakat agar tetap tenang,” katanya.
Diperoleh keterangan dari Geofisika Stasiun Nganjuk, sesar Kendeng di wilayah provinsi Jawa Timur merupakan sesar aktif. Sesar ini mempunyai jalur dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah sepanjang 64 km.
Seperti diketahui, berdasarkan pemodelan blok, sesar Kendeng aktif. Panjang sesar tercatat mulai dari Jawa Timur hingga Jawa tengah.a
“Bergerak setiap tahun dengan kecepatan gerak sebesar 5 mm/tahun” kata Ihsan Bagus Fahad Arafat, pengamat Meteorologi dan Geofisika, Stasiun Geofisika Nganjuk, yang dihubungi Ketik.co.id, Sabtu, 29 Maret 2025.
Sesar Kendeng aktif di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang terpantau BMKG meliputi Kabupaten Bojonegoro, Madiun, Nganjuk, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo dan Kota Surabaya.
Sesar Kendeng memiliki panjang sekitar 64 km. Sesar yang meliputi sembilan daerah tersebut dibagi menjadi tiga segmen yaitu, segmen Cepu, Waru dan Kota Surabaya.
Adanya sesar di daerah tersebut di atas berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,5 -7.0 di sekitar Kota Surabaya. Bila terjadi gempa bumi magnitudonya mendekati gempa di Myanmar.
Pergerakan sesar Kendeng memang memiliki potensi untuk bergerak dan memicu gempa bumi. Sedangkan pergerakan sesar Kendeng waktunya belum bisa dipastikan.(*)