Akibat Pelemahan Data PDB AS, Rupiah Menguat 10,5 Poin

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

31 Agustus 2023 14:15 31 Agt 2023 14:15

Thumbnail Akibat Pelemahan Data PDB AS, Rupiah Menguat 10,5 Poin Watermark Ketik
Ilustrasi Rupiah.(Foto: Pexels)

KETIK, JAKARTA – Memasuki akhir bulan Agustus, Kamis (31/8/2023) mata uang rupiah terpantau mengalami penguatan sebesar 10,5 poin atau 0 7 persen dari perdagangan sebelumnya. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat sebesar Rp15.237 per dollar AS.

Penguatan ini disusul oleh penguatan beberapa mata uang asing di kawasan Asia yang kompak bertengger di zona hijau. Seperti won Korea yang menguat 0,4 persen, ringgit malaysia 0,16 persen, peso Filipina 0,22 persen, dan yen Jepang 0,24 persen.

Kemudian di susul oleh dollar Hongkong 0,05 persen, rupee India 0,11 persen. Hal berbeda justru terjadi pada yuan China yang justru turun minus 0,04 persen diikuti oleh dollar Singapura minus 0,09 persen.

Untuk mata uang negara maju terpantau mengalami pergerakan yang bervariasi, seperti dollar Australia menguat 0,12 persen, euro Eropa 0,27 persen, dan poundsterling Inggris 0,09 persen. Sedangkan untuk dollar Kanada turun di angka minus 0,05 persen disusul franc Swiss minus 0,18 persen.

Analis DCFX Futures Lukman Leong menuturkan fenomena ini terjadi karena data PDB dan tenaga kerja AS yang mengalami pelemahan, sehingga rupiah dapat menguat tipis diperdagangan kali ini.

"Walaupun tidak sesuai ekspektasi, Penguatan yang terjadi kali ini terbatas setelah data China yang masih terkontraksi 5 bulan terakhir" jelasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

rupiah Dollar AS perdagangan Ekonomi investor Kurs Data PDB