KETIK, SURABAYA – Dinas Pertanian Jawa Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk mengantisipasi gagal panen karena cuaca ekstrem. Dengan anggaran tersebut, setiap petani akan mendapatkan bantuan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar lahan yang rusak.
"Jika kerusakan mencapai 70 persen karena lahan pertaniannya terendam air sehingga tidak bisa panen," ucap Kepala Dinas Pertanian Jatim Heru Suseno kepada Ketik.co.id, Jumat, 6 Desember 2024.
Heru menjelaskan, semua petani telah mengikuti Asuransi Usaha Tani Pangan (AUTP) untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen. "Jika petani alami gagal panen bisa langsung diklaimkan untuk mendapatkan ganti rugi," ucapnya.
Untuk ganti rugi bisa cair jika petani alami gagal panen karena cuaca ekstrem. "Untuk ganti rugi akan diberikan Rp6 juta per hektarnya," ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan KP, Heru Suseno ketika memautau irigiasi di Kabupaten Nganjuk (Foto: IG Dipertakpjatim)
Heru mengatakan, sampai saat ini Dinas Pertanian Jatim belum menerima laporan adanya lahan persawahan yang terendam banjir.
"Belum ada, tapi skema itu sudah kami siapkan jadi seperti asuransi," terang Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung tersebut.
Menurut pria 53 tahun ini, memasuki musim penghujan membuat petani senang. Hal ini karena petani tidak harus menggunakan pompa air untuk mengaliri areal persawahan.
"Jadi musim hujan ini petani tidak repot harus menyewa pompa air untuk mengaliri sawah mereka," terang Heru.(*)