Beras Naik, Pedagang Kuliner di Pacitan Bersiap Atur Strategi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

2 Maret 2024 18:03 2 Mar 2024 18:03

Thumbnail Beras Naik, Pedagang Kuliner di Pacitan Bersiap Atur Strategi Watermark Ketik
Pedagang kuliner di Pacitan tengah memutar otak. Siaga, agar usahanya tak berujung gulung tikar. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Pedagang makanan di Pacitan, Jawa Timur, putar otak demi mempertahankan dagangannya di tengah harga beras yang masih meroket. 

Mereka terpaksa mengurangi porsi nasi atau menaikkan harga jual makanan. Beberapa pedagang bahkan beralih ke bahan baku alternatif yang lebih murah.

Seperti yang dilakoni pemilik Warung Nasi Hek Lestari yang berada di Sirnoboyo, Pacitan, Umi (49). Ia mengatakan, harga komoditas beras yang melonjak, membuat keuntungannya kian menipis.

Menyiasati kenaikan itu, harga menu kuliner di lapaknya, sepekan ini tengah mulai dilakukan kenaikan.

"Kalau saya ngambil untung tambahannya dari penjualan minuman. Seperti kopi, yang sebelumnya Rp 3 ribu sekarang saya jual Rp 4 ribu," kata Umi kepada ketik.co.id, Sabtu (2/3/2024).

Ia menyebut, besar kemungkinan, dampaknya juga menyebar di harga olahan lain. Pedagang kuliner lainnya juga terancam mengurangi porsi, menaikkan harga atau alternatif lainnya.

"Mau tidak mau, porsi nasi dan lauk nantinya bakal dikurangi sedikit. Kalau engga ya harga jual harus dinaikkan," ujarnya was-was bersiap mengatur strategi.

Pun, keluhnya, kenaikan kulinernya ini, tentunya bakal banyak disayangkan oleh pembeli. 

Inflasi Pacitan Februari 2024 Naik 2,03%, Beras, Cabai Merah, dan Telur Ayam Ras Penyebab Utama

Sebagaimana diketahui, saat ini Pacitan mengalami inflasi sebesar 2,03 persen pada minggu ke-4 bulan Februari 2024. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi saat ini adalah beras, cabai merah dan telur ayam ras.

"Inflasi pada minggu ke-4 Februari 2,03 persen mengalami kenaikan dibandingkan minggu ke-1, ke-2, dan ke-3 Bulan Februari. Penyumbang terbesar dari kenaikan inflasi dalam 3 minggu berturut-turut adalah beras," kata Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, mengacu rilis berita ekonomi BPS, Jumat (1/3/2024).

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) Pacitan pada Februari 2024 menempati urutan ke-120 secara nasional dan urutan ke-17 di Provinsi Jawa Timur. Sementara di Pulau Jawa, Pacitan menempati urutan ke-48.

"Sebelumnya, IHK Pacitan pada bulan Januari 2024 sebesar 3,26 persen atau lebih tinggi," imbuhnya kepada ketik.co.id.

Jika dibandingkan dengan harga rata-rata minggu ke-3 Februari 2024, komoditas yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan pisang.

Sedangkan jika dibandingkan dengan harga rata-rata bulan Januari 2024, komoditas yang mengalami kenaikan adalah beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, gula pasir, pisang, dan jeruk.

"Komoditas yang tidak mengalami kenaikan atau stabil tidak ada, dan komoditas yang mengalami penurunan adalah bawang merah dan bawang putih," jelas Mustofa.

Pemerintah Lakukan Upaya Stabilisasi Harga

Pemerintah Kabupaten Pacitan saat ini tengah melakukan upaya untuk menstabilkan harga bahan pokok.

"Pemkab bersama bulog mengoptimalkan penyaluran beras SPHP ke kios penyalur yang tersebar di seluruh pasar tradisional di wilayah Pacitan," sambungnya.

Rencananya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga bakal membuka warung tekan inflasi yang menyediakan beras SPHP untuk meningkatkan jumlah penyaluran beras SPHP ke masyarakat. 

"Dalam waktu dekat juga akan dijadwalkan Operasi Pasar Murah di 12 kecamatan," bebernya.

Pun tak lupa, pihaknya juga akan meningkatkan monitoring dan evaluasi (Monev) bersama Satgas Pangan Polres Pacitan untuk memastikan bahwa beras SPHP tepat sasaran dan disalurkan sesuai aturan

Sekadar informasi, bahwa harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP adalah Rp10.900 per kilogram. Per orang, dijatah maksimal pembelian sebanyak sepuluh kilogram alias dua sak beras SPHP ukuran 5 kg.

Sedangkan, harga beras medium di Pacitan saat ini berkisar antara Rp15-15,5 ribu per kilogram, disusul harga beras premium Rp17-18 ribu per kilogram.

"Kondisi kenaikan harga beras tidak hanya di Pacitan tapi merata secara nasional," pungkas Mustofa.(*)

Tags:

Harga Pangan Inflasi Pacitan pacitan Harga Beras Naik Krisis beras Inflasi Warung nasi TPID Satgas Pangan