Dinkes Kota Batu Catat 36 Kasus DBD, Satu Balita Meninggal

Jurnalis: Sholeh
Editor: Gumilang

26 Februari 2024 20:30 26 Feb 2024 20:30

Thumbnail Dinkes Kota Batu Catat 36 Kasus DBD, Satu Balita Meninggal Watermark Ketik
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti. (Foto: Freepik.com)

KETIK, BATU – Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat ada 36 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batu di awal tahun 2024. Hingga, mengakibatkan satu balita meninggal dunia akibat Dengue Shock Syndrome (DSS).

36 kasus DBD itu tersebar di Tiga kecamatan. Yaitu, 26 kasus di Kecamatan Batu, 7 kasus di Kecamatan Junrejo dan satu kasus di Kecamatan Bumiaji.

"Kami gencar melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seminggu sekali selama satu bulan penuh. Itu untuk memberantas sarang nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi sumber penularan DBD," kata.Plt Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja, Senin (26/2/2024).

Aditya mengimbau masyarakat, untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap tempat-tempat yang tergenang air. Seperti, pot-pot bunga air, kolam ikan, tempat tanaman dan tumpukan barang bekas lainnya. Hal itu untuk memastikan tempat tersebut tidak dijadikan sarang telur nyamuk.

"Ada rumah warga di suatu wilayah bagus bagus, tetapi halamannya ditanam kakung dengan median toples berisi air. Setelah dilihat setiap toples ada jentik nyamuk. Hal seperti itu harus diwaspadai," jelasnya.

Langkah terpenting untuk mencegah DBD, urai Aditya adalah dengan memutus siklus hidup nyamuk. Salah satunya memastikan, nyamuk tidak bersarang dan bertelur. Menurutnya, untuk saat ini cara fogging sudah tidak efektif karena hanya mematikan keberadaan nyamuk dewasa saja. 

"Fogging itu tidak mematikan jentik nyamuk, tetapi hanya nyamuk dewasa. Saat ini yang terpenting tidak ada kesempatan nyamuk dewasa untuk bertelur. Sehingga siklus hidup nyamuk terputus," pungkasnya. (*)

 

.

Tags:

Kota Batu Demam Berdarah dbd Dinas Kesehatan Kota Batu