Ditendang Komisi C DPRD Sidoarjo, Baru Sedikit Penahan Jalan Beton yang Dibongkar

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: Marno

28 Agustus 2023 18:30 28 Agt 2023 18:30

Thumbnail Ditendang Komisi C DPRD Sidoarjo, Baru Sedikit Penahan Jalan Beton yang Dibongkar Watermark Ketik
Seorang pekerja membongkar tanggul penahan tanah untuk jalan beton di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, pada Senin siang (28/8/2023). Warga desa mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisinya. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Betonisasi jalan ruas Desa Tarik hingga Desa Mliriprowo menghabiskan anggaran tidak sedikit. Untuk membangun salah satu jalan di kawasan Sidoarjo Barat tersebut, disediakan dana Rp 28,80 miliar. Pemenang lelang menawar Rp 26,78 miliar, yaitu PT Tjakrindo Mas asal Gresik. Mengapa disidak dan ditendang anggota DPRD?

Senin siang (28/8/2023), terlihat beberapa pekerja masih menggarap jalan beton tersebut. Mereka berpanas-panas. Sebagian membersihkan bentangan beton. Sebagian lagi merapikan bagian-bagian samping beton.

Namun, tak jauh dari mereka, ada seorang pekerja yang mengayunkan palu godam (bodem). Dia menjebol tanggul penahan tanah (TPT) jalan beton. Yang dijebol persis TPT di lokasi yang disidak oleh Komisi C DPRD Sidoarjo pada Rabu siang (25/8/2023).

Nembe mawon, Pak (baru saja),” ucapnya saat ditanya kapan mulai membongkar TPT tersebut. Hasilnya memang terlihat. Belum ada 2 meter panjang TPT yang dibongkar. Baru sebagian kecil dari TPT yang sudah terbangun.

Foto Kondisi salah satu bagian tanggul penahan tanah untuk proyek betonisasi jalan antara Desa Tarik hingga Mliriprowo yang disidak Komisi C DPRD Sidoarjo pada Rabu (28/8/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)Kondisi salah satu bagian tanggul penahan tanah untuk proyek betonisasi jalan antara Desa Tarik hingga Mliriprowo yang disidak Komisi C DPRD Sidoarjo pada Rabu (25/8/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

Saat itulah, datang dua warga Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik. Mereka menyaksikan tukang itu membongkar TPT.  Namun, saat dua warga itu datang, si tukang berhenti. Dia pergi. Bergabung dengan tukang-tukang lain.

Menurut Kusyayi, warga RT 08 RW 05 Desa Kedungbocok, kabar tentang sidak anggota DPRD Sidoarjo sudah menyebar di kalangan warga. Viral. Mereka pun penasaran karena perbaikan jalan itu mereka tunggu-tunggu selama ini. Sebagian warga, termasuk dirinya, pun datang untuk membuktikan kebenaran hasil sidak tersebut.

Ini lho, Pak kenyataannya. Dipegang saja begini. Kalau banyak semennya ya nggak begini,” ungkapnya sambil meremas sisa campuran semen dan pasir dari bongkaran TPT.

Padahal, lanjut Kusyayi, warga desa setempat sangat berharap jalan itu digarap dengan baik seperti keinginan mereka selama ini. Dia mengapresiasi sidak Komisi C DPRD Sidoarjo ke lokasi. Sebab, jika tidak disidak, dikhawatirkan penahan jalan beton itu hancur dalam beberapa tahun lagi.

”Kami harap segera ada perbaikan,” ujar Kusyayi.

Sementara itu, informasi yang didapat Ketik.co.id, Bupati Ahmad Mudhlor Ali dikabarkan juga telah melihat langsung lokasi proyek di kawasan Desa Kedungbocok dan Desa Mliriprowo tersebut. Lokasi kunjungan bupati berada di sekitar SMPN 2 Tarik. Namun, hingga Senin sore, belum diketahui hasil kedatangan Bupati Muhdlor.

Apakah Gus Bupati akan memerintahkan pembongkaran seperti rekomendasi Komisi C DPRD Sidoarjo? Belum ada penjelasan resmi dari dinas terkait. Beberapa kali wartawan mencoba menghubungi pihak Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA), tidak ada jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (25/8/2023), proyek betonisasi jalan antara Desa Tarik, Singogalih, Kedungbocok, hingga Mliriprowo, disidak Komisi C. Hasilnya? Anggota komisi bidang pembangunan dan lingkungan itu kesal.

Mengapa? Mereka melihat tanggul penahan tanah (TPT) jalan beton itu ternyata kualitasnya dianggap jauh dari standar. Wakil Ketua Komisi C Anang Siswandoko terlihat gusar menyaksikan TPT untuk jalan sepanjang 5,7 kilometer dan selebar sekitar 5 meter tersebut.

Anang mengatakan dirinya sangat menyesalkan kondisi itu. Sebab, program betonisasi ini ditunggu-tunggu masyarakat. Selain itu, menggunakan uang negara. Dia menduga pemasangan batu kali, semen, dan pasir di TPT itu tidak sesuai spesifikasi.”Gak pantes garapan ngene iki. Iki soal duite negoro, Pak,” ungkapnya. (*)

Tags:

Proyek Betonisasi Bupati Muhdlor Pemkab Sidoarjo DPRD Sidoarjo Komisi C DPRD Sidoarjo Proyek Infrastruktur Sidak DPRD