Erdogan Kalah dari Musuh Politiknya, Pantaun Survei H-3 Pemilu Turki

Jurnalis: S. Widodo
Editor: Marno

12 Mei 2023 09:33 12 Mei 2023 09:33

Thumbnail Erdogan Kalah dari Musuh Politiknya, Pantaun Survei H-3 Pemilu Turki Watermark Ketik
Survei yang dirilis H-3 pemilihan presiden Turki memaparkan capres  Erdogan kalah suara dari pesaing utamanya, Kemal Kilicdaroglu. (Foto: thehill.com)

KETIK, JAKARTA – Dalam pantauan survei elektabilitas H-3, Presiden Recep Tayyip Erdogan kalah suara dari pesaing utamanya, Kemal Kilicdaroglu, menjelang pemilu Turki pada Minggu (14/5/2023).

Survei yang dirilis Konda pada Kamis (11/5/2023) itu memaparkan Erdogan hanya meraup 43,7 persen suara. Sementara itu, pesaing utamanya, Kilicdaroglu, meraih 49,3 persen suara. Hasil ini membuat Erdogan kekurangan suara mayoritas yang dibutuhkan untuk menang di putaran pertama pemilu.

Hasil ini pun membuat pemilu Turki diperkirakan berlanjut ke putaran kedua pada 28 Mei.

Survei Konda dilakukan pada 6 sampai 7 Mei lalu. Survei ini memiliki margin of error +/- 2,2 persen, dengan tingkat kepercayaan 99 persen.

Dalam survei ini, Muharrem Ince, juga menjadi salah satu tokoh yang mengantongi suara untuk melawan Erdogan. Namun, pemimpin partai sayap kiri Partai Tanah Air itu hanya mendapat 2,2 persen suara dalam jajak pendapat tersebut.

Sementara itu, pesaing Erdogan lainnya ada Sinan Ogan yang meraih 4,8 persen suara. Menurut Konda, mayoritas pemilih Ogan dan Ince punya kecondongan untuk memilih Kilicdaroglu di putaran kedua.

Sementara itu, survei Metropoll juga menunjukkan, pemungutan suara di Turki kemungkinan bakal berlanjut ke putaran kedua.

Senada dengan Konda, survei Metropoll menyebut Kilicdaroglu unggul dengan mengantongi 49,1 persen suara, dan Erdogan di posisi kedua yakni 46,9 persen suara.

Berdasarkan survei Metropoll, Kilicdaroglu menang atas Erdogan dalam putaran kedua dengan perolehan suara 51,3 persen.


Meski demikian, pada Kamis (11/5/2023),  Ince menyatakan mundur dari kandidat bakal calon presiden Turki. Dia mengaku mundur karena dihantam "kampanye fitnah" oleh oposisi dan karena tak mau membagi suara terhadap anti-Erdogan yang belakangan bersatu untuk memilih Kilicdaroglu.

"Saya menarik diri dari perlombaan ini. Saya melakukan ini untuk negara saya. Saya tidak ingin mereka menyalahkan saya ketika mereka kalah," katanya seperti dikutip CNN.


Manajer Konda, Bekir Agirdir, mengatakan kemunduran Ince dari kontestasi pilpres Turki ini membuat peluang Kilicdaroglu menang dalam pemilu Turki meningkat.

"Kemungkinan Kemal Kilicdaroglu menang telah meningkat dengan mundurnya Ince. Saya tidak akan terkejut jika dia mendapat 51 persen suara," kata Agirdir.


Dalam dua dekade terakhir, Erdogan memang menghadapi ujian terbesarnya selama memerintah Turki. Ia dihadapkan beragam masalah mulai dari krisis ekonomi hingga gempa dahsyat pada 6 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 50 ribu orang.


Di tengah masalah tersebut, Kilicdaroglu muncul dan berjanji  mengubah banyak kebijakan Erdogan sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi negara.

Rakyat Turki pun disebut menantikan perubahan atas pemerintahan Turki yang telah dikuasai rezim Erdogan selama 20 tahun terakhir. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kemal Klilicdaroglu Erdogan Pemilu Turki