Gubernur Khofifah Resmikan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

4 Juli 2023 22:50 4 Jul 2023 22:50

Thumbnail Gubernur Khofifah Resmikan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang Watermark Ketik
Gubernur Khofifah saat meresmikan Pelabuhan Dungkek di Kabupaten Sumenep, (4/7/2023). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

KETIK, SUMENEP – Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumenep, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan, sebagai negara kepulauan konektivitas laut merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang mobilisasi dan jasa masyarakat.

Oleh sebab itu didampingi Wakil Bupati Sumenep, Kadis PR, KP, dan Perhubungan Kab. Sumenep serta Kadishub Jatim, Gubernur Khofifah meresmikan Dermaga Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan untaian melati, Selasa (4/7/2023).

Peresmian dermaga pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang ini dilakukan karena selama ini konektivitas antara kedua wilayah belum terakses secara proporsional.

"Saat itu ada sapi yang dikirim dari Sapudi. Tapi kemudian sapi itu didorong di tengah laut untuk berenang sampai tepi. Maka saya bilang ini harusnya kita bisa menyiapkan aksesibilitas bagi proses mobilitas untuk masyarakat dan ternak," ucapnya. 

Berangkat dari itu, akhirnya pelabuhan Dungkek maupun Gili Iyang dibangun dengan dana Bantuan Keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Foto Gubernur Khofifah menaiki motor listrik untuk mencoba dermaga baru Pelabuhan Dungkek. (Foto: Humas Pemprov Jatim)Gubernur Khofifah menaiki motor listrik untuk mencoba dermaga baru Pelabuhan Dungkek. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Pada 2019, Pemerintah Kabupaten Sumenep memperoleh bantuan sebesar Rp60 miliar untuk membiayai revitalisasi.

Khofifah menegaskan, selain untuk memudahkan mobilitas masyarakat sekitar, kedua pelabuhan ini dapat menjadi akses ke daerah wisata Gili Iyang maupun Gili Labak.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu meminta agar semua pihak bertanggung jawab terhadap perawatan Dungkek dan Gili Iyang. Banyak yang dapat dilakukan, termasuk penggunaan motor listrik untuk menjaga alam.

"Saya tadi menyampaikan kepada bu Wabup dan Ketua DPRD untuk memastikan para pemilik home stay atau penginapan di Gili Iyang adalah masyarakat lokal," tegas Khofifah.

Dengan kepemilikan oleh masyarakat lokal nantinya mereka dapat menjadi pemilik, pengelola dan penjaga kelestarian di objek wisata Gili Iyang.

Terlebih karena Gili Iyang merupakan wisata kesehatan dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia setelah Yordania. Yaitu 20,9% lebih tinggi dari daerah lain.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengatakan bahwa Kab. Sumenep memang memiliki tantangan geografis luar biasa. Mengingat, daerah ini memiliki 124 pulau yang 76 di antaranya tidak berpenghuni.

"Maka Pelabuhan Dungkek ini sangat membantu ketika ada angin besar dan kapal-kapal nelayan harus bersandar dengan aman," jelas Dewi.

Sebagai informasi, Pelabuhan Dungkek memiliki panjang trestle 140 meter dan lebar 7 meter. Sedangkan panjang jetty-nya mencapai 42 meter dengan lebar 8 meter.

Sementara itu, revitalisasi pembangunan Pelabuhan Gili Iyang selesai pada 2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 12,4 miliar. Pelabuhan Gili Iyang ini memiliki panjang trestle 195 meter dengan lebar 3,5 meter. Sedangkan jetty-nya memiliki panjang 33 meter dengan lebar 8 meter.(*)

Tombol Google News

Tags:

Maritim Aksesibilitas mobilitas transportasi pelabuhan Dungkek Pelabuhan Gili Iyang Gubernur Khofifah Jawa timur