Gus Kikin Resmi Jabat Pj Ketua PWNU Jatim, Gus Yahya Kembali Tepis Isu Politik

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

15 Januari 2024 19:15 15 Jan 2024 19:15

Thumbnail Gus Kikin Resmi Jabat Pj Ketua PWNU Jatim, Gus Yahya Kembali Tepis Isu Politik Watermark Ketik
KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang lebih dikenal sebagai Gus Kikin Pejabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur saat diwawancarai wartawan usai dilantik, Senin (15/1/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang lebih dikenal sebagai Gus Kikin dilantik menjadi Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, dan turut dihadiri beberapa tokoh seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Ke PBNU saja saya disini hanya tamu rek. Nggeh matur nuwon, PBNU mawon nggeh," ujar Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, seusai mendatangi pelantikan Pj Ketua PWNU Jatim di Gedung PWNU Jatim, Senin (15/1/2024).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menjelaskan, dengan pelantikan tersebut, roda organisasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur diharapkan terus berjalan.

"Untuk melanjutkan konsolidasi sampai dengan diselenggarakan konferensi wilayah yang insyaallah dilaksanakan sekitar bulan Maret yang akan datang," ucap pria yang akrab disapa Gus Yahya.

Gus Kikin akan melanjutkan kepemimpinan dari KH Marzuki Mustamar yang beberapa hari lalu dicopot dari jabatannya oleh PBNU. Terkait hal itu, Gus Yahya kembali menepis adanya isu politik yang  melatari pelengseran pengurus Ponpes Sabilurrosyad itu dari kursi Ketua PWNU Jatim. "Sudah dijelaskan berkali-kali bahwa alasannya organisatoris, internal. Kejadian ini bukan yang pertama kali, sudah pernah dilakukan, bukan hanya di tingkat Pengurus Wilayah tapi juga di tingkat Pengurus Besar," ucapnya.

Gus Yahya mengaku terserah jika ada pihak yang menghubungkan masalah pemberhetian KH Marzuki Mustamar dari kursi Ketua PWNU Jatim. "Ya kalau orang mau menghubung-hubungkan dengan masalah yang lain silakan saja, masalahnya ini organisatoris internal dan tidak perlu dibesar-besarkan," bebernya.

Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan dirinya akan segera melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran pengurus PWNU, PCNU, hingga Badan Otonom (Banom) NU.

"Kami akan segera konsolidasikan supaya masing-masing kita tahu tugas kewajiban, masing-masing saling mendukung saling menunjang, ini kita ke depan lagi. Mudah-mudahan Jatim ke depan lagi," kata pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini. 

Terkait suasana kebatinan dalam PWNU Jatim sendiri, Gus Kikin mengaku tidak ada masalah karena sudah saling mengenal satu sama lain.

"Saya pernah di sini dulu, ini kawan semua. Kami tadi kangen-kangenan, kita mulai lagi mudah-mudahan kita bisa segera rapat konsolidasi dan mengaktifkan PWNU, beberapa PJ dan Banom. Ini profesional semua tidak ada kaitan dengan politik," pungkas kiai yang juga menjadi salah satu Ketua PBNU ini. (*)

Tags:

PWNU Jatim Gus Kikin PBNU NAHDLATUL ULAMA Surabaya KH Abdul Hakim Mahfudz Gus Yahya Khofifah Tebuireng KH Marzuki Mustamar