Ketua Asprov PSSI Jatim: Piala Dunia U-17 Harapan Kemajuan Sepak Bola Indonesia

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

25 November 2023 03:19 25 Nov 2023 03:19

Thumbnail Ketua Asprov PSSI Jatim: Piala Dunia U-17 Harapan Kemajuan Sepak Bola Indonesia Watermark Ketik
Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh. Saat hadir di media center Surabaya (24/11/2023). (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 telah memberi dampak positif bagi banyak pihak. Terutama bagi anak-anak yang terinspirasi bermain sepak bola dengan baik. Dan hal itu tentu bagus bagi pengembangan sepak bola usia muda.

Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, merasa Piala Dunia U-17 2023 jadi berkah penting untuk masyarakat Jatim. Maklum, Kota Surabaya jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-17. Bahkan, pembukaanya turnamen internasional edisi kali ini dilakukan di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

“Ini kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Acara ini mungkin dalam 10-20 tahun lagi belum tentu ada lagi di Surabaya. Teman-teman kita dari luar negeri bisa tahu Indonesia dan Surabaya,” kata Riyadh, Jumat (24/11/2023).

Kota Surabaya sendiri telah merampungkan status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Sebanyak empat hari pertandingan digelar, yakni tiga hari fase grup dan satu hari babak 16 besar.

“Dulu orang membawa keluarganya, anaknya, ke stadion itu hampir tidak ada di Indonesia. Tapi, kita lihat di Piala Dunia U-17 ini sudah biasa terjadi seperti itu,” imbuh Riyadh.

Seperti diketahui, penonton pertandingan Piala Dunia U-17 2023 di Surabaya tidak diperkenankan menggunakan kendaraan pribadi menuju GBT. Hal ini ditujukan untuk mengurangi volume kendaraan selama turnamen itu berlangsung.

Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyiapkan armada shuttle bus untuk mengangkut penonton selama Piala Dunia U-17 menuju stadion. Penonton menggunakan fasilitas itu secara gratis selama pertandingan Piala Dunia U-17 berlangsung di Surabaya. 

Faktor keamanan patut menjadi pertimbangan utama. Sebab, banyak penonton anak-anak yang juga hadir di stadion. Ini juga seharusnya bisa diadopsi untuk penerapan di kompetisi domestik Indonesia.

“Paling utama yang harus dipelajari dan dilestarikan terus itu pertandingan yang membuat rasa aman. Rasa aman ini yang harus dicontoh penyelenggara Liga 1, Liga 2, Liga 3,” ujar Riyadh.

Dengan Piala Dunia U-17, nanti pasti akan lebih banyak orang tua yang mengantar anaknya ke SSB. Ada antusias besar ketika anak ingin belajar sepak bola, orang tua memberikan dukungan.(*)

Tags:

Piala Dunia U-17 Fifa sepak bola Olahraga Perkembangan PSSI