Perang Antara Hamas dan Israel Masih Berlanjut, Nilai Tukar Rupiah Hampir Sentuh Rp16.000

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

23 Oktober 2023 12:36 23 Okt 2023 12:36

Thumbnail Perang Antara Hamas dan Israel Masih Berlanjut, Nilai Tukar Rupiah Hampir Sentuh Rp16.000 Watermark Ketik
Mata uang rupiah. (Foto: Pexels)

KETIK, JAKARTA – Mengawali pekan ini mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 61 poin atau minus 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup di level Rp15.933 per dolar AS pada Senin (23/10/2023).

Untuk menahan penguatan dolar AS terhadap rupiah, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melakukan berbagai kebijakan dan strategi ekonomi mengingat nilai tukar dolar AS sudah mendekati angka Rp 16.000. 

Pelemahan ini dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global yang saat ini tengah bergejolak di tengah perang antara Hamas dengan Israel. Diikuti perang Ukraina dan Rusia yang saat ini masih berlanjut.

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan selain itu hasil obligasi AS yang kembali naik juga memunculkan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap prospek suku bunga oleh The Fed.

"Investor mengantisipasi data ekonomi PDB (produk domestik bruto) AS kuartal III yang kuat Minggu ini," jelas Lukman, Senin (23/10/2023).

Hal senada  diungkapkan oleh Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, ia menuturkan, di balik pelemahan yang terjadi, mata uang rupiah masih lebih baik dibanding dengan mata uang negara lain di kawasan Asia.

“Namun, bagi masyarakat pelemahan mata uang rupiah yang terus menerus akan berdampak terhadap kenaikan harga-harga, salah satunya harga komoditas," ungkap Ibrahim.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ekonomi rupiah Dolar AS Nilai tukar pasar global perang Israel Hamas The Fed