Pulang Kampung, Diaspora Kumpul Dipendopo Bahas Situbondo Naik Kelas

2 April 2025 17:58 2 Apr 2025 17:58

Thumbnail Pulang Kampung, Diaspora Kumpul Dipendopo Bahas Situbondo Naik Kelas Watermark Ketik
Kegiatan Dispora Pulang Kampung Bahas Situbondo Naik Kelas di pendopo, Rabu 2 April 2025 (Foto : Adinda Octaviani / ketik.co.id)

KETIK, SITUBONDO – Untuk membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Diaspora asal Kabupaten Situbondo yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri berkumpul di Pendopo Aryo Situbondo membahas atau berdiskusi tentang Situbondo Naik Kelas, Rabu 2 April 2025.

Kegiatan Diaspora yang bertajuk Mole Atellas (Pulang Lebaran, red) ini, dihadiri oleh Heri Susanto, Pengusaha Peternakan dan Properti di NTB, Dr. Akbar Hanif Dawam A, Kepala Saintis, Febriati Nadira PR Practitioner dan Digital PR Activist dan Hafizh Rafizal Adnan Mahasiswa S3 Singapura dan warga Situbondo lainnya yang ada di Amerika Serikat serta Korea Selatan.

Keterangan yang disampaikan Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah mengatakan, bersyukur bisa bersilaturrahmi dan bertatap muka langsung dengan Diaspora Situbondo yang pulang kampung membahas atau sumbang pikiran untuk Situbondo Naik Kelas.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tinggi kepada rekan-rekan Diaspora yang pulang kampung untuk menyumpangkan ide-ide dan inovasi kreatifnya untuk kemajuan Kabupaten Situbondo,” kata Mbak Ulfi, panggilan akrab Wakil Bupati Situbondo.

Tak hanya itu yang disampaikan Mbak Ulfi, namun dia juga mengajak anak-anak muda Situbondo untuk berpikir kreatif menuju Situbondo Naik Kelas “Dalam kesempatan ini, kami ingin bersama-sama berpikir tentang potensi Kabupaten Situbondo bersama orang-orang Situbondo yang telah sukses di luar Kabupaten Situbondo. Saya minta kepada Diaspora Situbondo membangun idelogi kecintaan untuk Kabupaten Situbondo,” ujar Mbak Ulfi.

Pertemuan ini, sambung Mbak Ulfi, tidak hanya menjadi ajang silaturrahmi, tapi ajang berkelanjutan dalam bekerjasama dengan Kabupaten Situbondo agar yang tertuang dalam visi misi Kabupaten Situbondo terpatri dalam hati sanubari rekan-rekan Diaspora Situbondo.

“Rekan-reakan Diaspora Situbondo, saya harapkan bisa menjadi kepanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo di luar sana. Terima kasih banyak atas kehadiran rekan-rekan Diaspora Situbondo di pendopo Aryo Situbondo maupun melalui meeting zoom,” pungkas Mbak Ulfi.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam arahannya melalui meeting zoom mengatakan, bahwa kegiatan membangun Networking kepada putra-putri Kabupaten Situbondo yang ada di luar negari maupun dalam negeri ini semoga selalui mendapat berkah dari Allah SWT untuk Situbondo Naik Kelas.

“Semoga kehadiran para Dispora di kampung halamannya Kabupaten Situbondo dalam membahas Situbondo Naik Kelas bisa memberikan etos kerja bagi Kepala OPD Pemkab Situbondo dan memberikan semangat bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam memajukan Kabupaten Situbondo tercinta ini,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Muda Situbondo ini.

Bukan hanya itu yang disampaikan Mas Rio, namun dia berharap kepada Diaspora Situbondo yang saat ini pulang kampung bisa memberikan rekomendasi dan atau ide-ide serta inovasi kreatifnya agar secepatnya Situbondo Naik Kelas. “Saya yakin rekomendasi yang diberikan rekan-rekan Diaspora Situbondo mampu mendongkrak potensi Kabupaten Situbondo di bidang pertanian, perikanan dan pariwisata dan lain sebagainya,” tegas Mas Rio.

Dilain pihak, Heri Susanto warga Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo yang menjadi Pengusaha Peternakan dan Properti sukses di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi atas pertemuan rekan-rekan Diaspora Situbondo ini. Karena jika Pemerintahan Daerah ingin maju apabila pemimpinnya mau menggunakan manajemen kolaborasi.

“Selama ini banyak daerah yang tidak maju, karena kepala daerahnya menggunakan politik balas dendam, sehingga kinerjanya terhambat dengan luka-luka masa lalunya. Tapi, saya lihat Mas Rio Bupati Situbondo yang sekarang memiliki pandangan jauh kedepan bagaimana dalam membangun Situbondo dikeroyok ramai-ramai oleh orang-orang yang tinggal di Situbondo maupun orang-orang yang tinggal di luar Kabupaten Situbondo,” jelas Heri Susanto.

Untuk itu, sambung Heri, pihaknya berharap nanti menjadi cikal bakal sumber saluran bagi warga Situbondo yang ada di luar daerah untuk bisa masuk dalam berinvestasi maupun membawa tamu yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten Situbondo.

“Agar para investor bisa masuk ke Kabupaten Situbondo, maka yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, yakni akses jalan yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi para investor. Selain itu, keindahan itu kadang didapat dari ketidaksempurnaan. Dan jangan kita menginginkan dari sesuatu yang sempurna, tapi kita harus mampu membangun dari ketidaksempurnaan itu,” jelas Heri Wrga Asembagus Situbondo yang menjadi pengusaha sukses di NTB.

Selanjutnya, Dr. Akbar Hanif Dawam A, S.T., M.T Warga Situbondo yang kini menjabat Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN mengatakan, di dunia ini ada dua negara yang memiliki Diaspora yang hebat-hebat, yakni negara Cina dan India.

“Jadi sangat kaget ke dua negara ini memiliki kekuatan Diaspora yang handal dan tidak pulang ke negaranya sebelum mereka sukses di negara orang lain. Semoga semangat, Diaspora Situbondo bisa meniru semangat Dispora Negara Cina dan India,” ujar putra Almarhum Diaman, mantan Bupati Situbondo.

Untuk menutup kegelapan Situbondo, kata Dr. Akbar Hanif Dawam, mengajakan seluruh masyarakat Situbondo untuk menyalakan lilin. “Kita tidak perlu lagi berbicara pesimis tapi kita harus berbicara apa yang bisa kita berikan untuk Situbondo. Karena teman-teman Diaspora Situbondo yang hadir pada kegiatan ini secara langsung maupun melalui meeting zoom orang-orang yang mempunyai jaringan nasional maupun internasional,” jelas Dawam, panggilan Akbar Hanif Dawam.

Lebih lanjut, Dawam menjelaskan, yang terpenting bagaimana caranya Diaspora Situbondo yang ada di dalam dan luar negeri bisa memberikan timbal balik untuk kemajuan Kabupaten Situbondo. “Kita bicara tentang inovasi, sepuluh negara atau dua puluh negara termakmur dan terkaya, pasti nilai Global Innovation Indek paling tinggi. Inovasi, kemakmuran dan kekayaan suatu negara atau daerah harus saling berdampingan. Dan tidak ada sebuah negara atau daerah yang inovasinya bagus menjadi negara yang miskin itu tidak ada,” tegas Dawam.

Dawam menjelaskan, panjang pantai yang di miliki Kabupaten Situbondo memiliki garis pantai kurang lebih 130 hingga 150 kilometer. Artinya, Kabupaten Situbondo memiliki potensi kekayaan ikan yang cukup melimpah. “Dilaut Situbondo juga tersedia ikan blanak yang mempunyai sumber protein yang bisa membuat anak-anak di Kabupaten Situbondo menjadi pintar,” jelasnya. (ADV)

Tombol Google News

Tags:

pulang kampung Diaspora Kumpul Dipendopo bahas Situbondo Naik Kelas Mas Rio Mak Ulfi Bupati Situbondo Wakil Bupati Situbondo