Rahasia Malam Lailatul Qadar hingga Golongan yang Merugi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

27 Maret 2024 10:57 27 Mar 2024 10:57

Thumbnail Rahasia Malam Lailatul Qadar hingga Golongan yang Merugi Watermark Ketik
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar. (Foto: Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang sangat penting yang terjadi pada bulan Ramadan yang mulia. Bahkan dalam Al-Quran surat Al-Qadr ayat 3, Allah SWT menetapkan keutamaan malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. 


"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Quran) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu, apakah malam qadar itu? Malam qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, (membawa segala urusan), (seluruh malam itu) sejahtera sampai terbit fajar." ( QS Al-Qadr [97] ayat 1-5)

Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, namun terdapat petunjuk dalam Al-Quran dan hadits yang memberikan informasi tentang tanda-tanda dan keistimewaan malam ini.

Para ulama mengikhtiarkan malam Lailatul Qadr itu adalah malam ganjil pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan seperti malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Berikhtiar maksimal melakukan berbagai amalan wajib dan sunnah agar dapat meraih malam Lailatul Qadar.

Selain membaca tanda-tanda dan berusaha mendapatkan malam lailatul qadar, kita juga perlu memahami arti dan makna lailatul qadar itu sendiri.

Ahli tafsir Prof Dr M. Quraish Shihab menyebut, surat al-Qadr [97] ayat 2-3 merupakan penjelasan dari Allah SWT tentang kemuliaan Lailatul Qadar. Dia seakan-akan berfirman: “Dan apakah yang menjadikan engkau tahu apakah Lailatul Qadar? Engkau tidak akan mampu mengetahui dan menjangkau secara keseluruhan kemuliaan Lailatul Qadar itu.

"Tak ada kata yang mampu menjelaskannya dan engkau hanya mengetahui bahwa malam kemuliaan itu (Lailatul Qadar) lebih baik daripada seribu bulan. Dalam pemahaman ulama beragama menterjemahkan lailatul qadr," tulis mufassir dengan masterpiece-nya, Tafsir al-Mishbah ini. 

Malam tersebut dimuliakan karena Al-Qur’an turun padanya sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan kemuliaan dengan datangnya wahyu, malam itu bumi sesak karena banyaknya malaikat yang turun.

Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Pertama, melakukan kebaikan karena pada malam lailatul qadar Malaikat turun (QS Al-Qadr: 4). Ketika Malaikat turun dan mengunjungi seseorang, Malaikat senang dengan kebaikan, melingkupi kebaikan apa saja. Malaikat mendukung manusia yang berbuat baik secara kontinu dan tidak menunda-nunda untuk membantu sesama. 

Kedua, di malam lailatul qadar ada kedamaian sampai fajar (QS Al-Qadr: 5). Artinya, damai dengan diri dan damai dengan orang lain. Termasuk tidak mengambil hak orang lain demi mewujudkan kesejahteraan. 

4 Kelompok yang tidak akan menerima Lailatul Qadar

Malam Lailatu Qadr pada malam hari itu malaikat Jibril dengan seijin Allah mengatur setiap perkara hidup penuh rahmat/penuh kasih sayang, dan telah memaafkan serta mengampuni mereka.

Kecuali 4 kelompok orang yaitu seorang pecandu minum arak, orang yang berani durhaka kepada ibu-bapaknya, orang yang memutuskan hubungan persaudaraan, serta orang yang suka mendendam/bermusuhan. (*)

Tags:

Keutamaan ramadhan malamseribubulan lailatulqadar ampunan dosa ampunan taubat Ramadan Al-Qadr malam lailatul qadar keutamaan malam lailatul qadar golongan merugi