Teknik Biomedis IULI Adakan Kuliah Pakar Bahas Terapi Oksigen Hiperbarik 

Editor: Shinta Miranda

10 November 2022 04:16 10 Nov 2022 04:16

Thumbnail Teknik Biomedis IULI Adakan Kuliah Pakar Bahas Terapi Oksigen Hiperbarik  Watermark Ketik
Dr. dr. Hisnindarsyah menjelaskan bahwa Hiperbarik Oksigen Terapi (HBOT). (Foto: Dok. Pribadi)

KETIK, JAKARTA – Teknik Biomedis International University Liaison Indonesia (IULI) berkolaborasi dengan Klinik Asyifa Rempoa telah melaksanakan kuliah umum bersama Dr. dr. Hisnindarsyah, SE, M.Kes, MH, Sp.KL, Subsp KT (K), CFEM, sebagai Ketua bidang kerjasama dan kemitraan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran kelautan (Perdokla) masa bakti tahun 2022-2025, dan Kelompok Ahli ( Pokli RSPAL) Ramelan Surabaya di kampus IULI Associate Tower Intermark Indonesia, Jakarta. 

Kuliah umum teknik Biomedis series dibuka oleh Rektor IULI Tutun Nugraha, Ph.D, yang dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat umum. 

Melalui kuliah pakar ini Dr. dr. Hisnindarsyah menjelaskan bahwa Hiperbarik Oksigen Terapi (HBOT) adalah metode terapi pada tubuh manusia dengan pemberian oksigen 100% dan tekanan lebih dari 1 atmosfer absolut (ATA). 

"Dimana pasien di tempatkan alam ruangan tertentu, prinsip HBOT membantu memperbaiki tubuh jaringan yang rusak dengan meningkatkan aliran oksigen ke jaringan dan sel tubuh, kemudian oksigen murni tersebut akan memicu pembentukan sel dan jaringan baru dalam tubuh manusia lebih cepat," ungkapnya. 

Terlihat antusias mahasiswa pada perkuliahan terapi oksigen hiperbarik sangat menarik perhatian mereka, dimulai saat kepala program studi Teknik Bioma IULI Patmah Fatoni S.Si, M.Eng membuka sesi tanya jawab seputar penyakit yang dapat disembuhkan dengan terapi oksigen hiperbarik.  

"Mulai dari Penyakit dekompresi, diabetes, keracunan karbon monoksida hingga luka yang sulit pulih," ungkap Patma. 

Dr. dr. Hisnindarsyah membeberkan bahwa terapi HBOT adalah perawatan medis di mana pasien secara intermiten menghirup oksigen murni. 

"Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) adalah perawatan medis di mana pasien secara intermiten menghirup oksigen 100 persen saat berada di dalam ruang hiperbarik yang bertekanan lebih besar dari tekanan 100 persen pada tekanan lebih dari 1 atmosfer absolut  1.5 - 3.0 ATA," ungkap Hisnindar. 

dr. Hisnindar juga mengungkapkan saat mengisi materi bahwa terapi HBOT ini mampu membantu penyembuhan bagi pasien yang terpapar virus corona. 

"Terapi ini juga membantu penyembuhan gangguan kesehatan lain seperti decompression sickness, infeksi kronis, diabetes, luka terbakar, penyakit pendengaran, migrain, neuro, juga kanker," paparnya. 

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa terapi Oksigen Hiperbarik meningkatkan mampu oksigenasi jaringan sehingga terjadi modulasi jaringan, inflamasi, mobilisasi atau stem cell, penurunan viral load, Efek anti trombotik.Terapi Oksigen Hiperbarik merupakan modalitas terapi yang dapat berpotensi untuk dimanfaatkan dalam penanganan Covid-19 dan long Covid. (*)

Tombol Google News

Tags:

IULI HBOT oksigen hiperbarik