Ukraina Ngamuk Gempur Balik Rusia 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

10 Januari 2023 09:44 10 Jan 2023 09:44

Thumbnail Ukraina Ngamuk Gempur Balik Rusia  Watermark Ketik
Ilustrasi tentara Ukraina. (Foto: Reuters) 

KETIK, JAKARTA – Perang Rusia dan Ukraina masih berlanjut. Terbaru, pertempuran berdarah dilaporkan terjadi di Soledar, Ukraina Timur. 

Perlu diketahui wilayah ini terletak di kawasan industri Donbass. Wilayah itu memang jadi pusat pertempuran sejak perang terjadi. 

Soledar juga dekat dengan Bakhmut. Dua wilayah ini tengah coba dipertahankan Ukraina dari pendudukan Rusia. 

Sejumlah laporan, di antaranya Reuters, menyebut bagaimana "menggilanya" pasukan Ukraina di sana. Pasukan Ukraina sempat memukul mundur Rusia, termasuk unit Grup Wagner. 

Wagner sendiri adalah pasukan yang direkrutan dari penjara Rusia dan dikenal karena kekerasan tanpa kompromi. Wagner didirikan oleh Yevgeny Prigozhin, sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin. 

"Musuh benar-benar melangkahi mayat tentara mereka sendiri," kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar, melaporkan peperangan dimuat Selasa (10/1/2023). 

Reuters melaporkan bahwa awalnya, pasukan Ukraina berhasil memukul mundur pasukan Rusia yang hendak merebut kota tersebut. 

Namun kemudian, pasukan bayaran Rusia menyerang balik dengan taktik baru. Karena kedua kubu pantang mundur, pertempuran pun kian sengit. 

Seorang analis militer Ukraina, Oleh Zhdanov, mengakui bahwa kawasan Bakhmut dan Soledar memang merupakan "garis depan perang yang paling intens." 

"Banyak [pasukan pro-Rusia] yang masih di medan tempur, baik itu yang tewas atau terluka," ucap Zhdanov melalui videonya di YouTube. 

"Mereka terus menyerang secara berkala, tapi yang terluka akhirnya tewas begitu saja di tempat, baik itu karena udara sangat dingin atau kehilangan banyak darah. Tak ada yang menolong atau mengangkut jasad mereka dari medan tempur." 

Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa para tentara Ukraina di Bakhmut dan Soledar masih bertahan meski pertempuran masih sengit dan kawasan itu sudah hancur lebur. Menurutnya, pertempuran paling sengit pecah di Soledar, di mana sudah tak ada lagi tembok berdiri dan jalanan dipenuhi jasad tentara Rusia. 

"Berkat kegigihan tentara kami di Soledar, kami bisa menambah waktu dan kekuatan untuk Ukraina," tutur Zelensky. 

Ia tak menjabarkan lebih lanjut "waktu dan kekuatan" yang dimaksud. Namun, para pejabat Ukraina mengungkap bahwa mereka tengah bersiap untuk menghadapi serangan besar terbaru Rusia. 

Ukraina ingin memastikan agar mereka tak kehilangan momentum kemenangan. Belakangan, Rusia memang dilaporkan mulai kewalahan menghadapi perlawanan sengit Ukraina. 

Dalam dua serangan pada malam Tahun Baru lalu saja, Ukraina mengklaim berhasil menewaskan ratusan tentara Rusia. (*)

Tombol Google News

Tags:

ukraina Rusia perang Putin Zelensky