Wajah Baru Kompas Halsel, Sepak Bola hingga Baksos Religi

Jurnalis: Mursal Bahtiar
Editor: Mustopa

26 Juli 2024 05:38 26 Jul 2024 05:38

Thumbnail Wajah Baru Kompas Halsel, Sepak Bola hingga Baksos Religi Watermark Ketik
Kompas Halsel saat kerja Bakti Pembersihan Masjid Kesultanan Bacan (Foto Mursal Bahtiar/Ketik.co.id)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Komunitas Pemerhati Sepak Bola (Kompas) Halmahera Selatan Maluku Utara kini punya wajah baru setelah hampir 1 tahun terakhir ini vakum.

Di kepengurusan yang baru di tahun 2024 ini, Kompas Halmahera Selatan (Halsel) diketuai Sarjan Jafar setelah melalui musyawarah mufakat. Sementara Mohammad Agil ditunjuk sebagai koordinator lapangan.

Meski Kompas adalah komunitas yang bergerak khusus di bidang olahraga sepak bola, hal itu tidak menyurutkan semangat kepengurusan Kompas untuk bergerak dan aktif di bidang lainnya.

Sebagai kegiatan perdana di kepengurusan yang baru, Kompas melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) religi dengan kerja bakti membersihkan Masjid Kesultanan Bacan pada Jumat (26/7/2024).

Kegiatan ini ditetapkan Kompas Halsel menjadi kegitan rutin di tiap pekan dari masjid ke masjid di daerah Bacan dan sekitarnya.

Koordinator Kompas Mohammad Agil mengatakan, selain memupuk silaturahmi bagi seluruh anggota Kompas dan masyarakat sekitar, kegitan baksos religi merupakan upaya mengatur generasi sepak bola untuk lebih dekat dengan kegiatan kemasyarakatan berbasis religi.

Upaya tersebut bertujuan menggiring generasi sepak bola Halsel menjadi pesepak bola yang dekat dengan nilai-nilai keimanan.

Foto Kebersamaan Kompas saat beristirahat usai pembersihan Masjid (Foto Mursal Bahtiar/Ketik.co.id)Kebersamaan Kompas saat beristirahat usai pembersihan Masjid (Foto Mursal Bahtiar/Ketik.co.id)

"Kompas tak sebatas bermain dan bersilaturahmi dengan sepak bola. Kompas ingin generasi sepak bola lebih dekat dengan nilai nilai keimanan dan ketakwaan," kata Agil.

Sementara ketua Kompas Halsel Sarjan Jafar menyampaikan, Kompas secara organisasi membutuhkan legalitas secara administrasi. Untuk itu, ia akan berupaya untuk menjadikan Kompas sebagai organisasi komunitas yang resmi di mata publik Halsel.

Pria penggemar klub sepak bola Inter Milan ini menilai, Kompas harus mendapat tempat di seluruh elemen masyarakat. Menurut Sarjan, Kompas dapat tampil dalam berbagai kegiatan Kemasyarakatan dengan asas pemberdayaan generasi muda di Halsel.

"Kompas harus resmi di mata publik Halsel. Ini merupakan langkah positif dalam memberdayakan generasi muda," ungkap Sarjan.

"Insyallah Kompas tidak hanya akan tampil sebagai komunitas yang peduli dengan sepak bola, tapi Kompas akan tampil di berbagai kegitan sosial kemasyarakatan," pungkas Sarjan.(*)

Tombol Google News

Tags:

halmahera selatan Maluku Utara Kompas Komunitas Pemerhati Sepak Bola