DPRD Surabaya Ingin Aksara Jawa Mejeng di Ruang Publik

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

8 September 2023 07:41 8 Sep 2023 07:41

Thumbnail DPRD Surabaya Ingin Aksara Jawa Mejeng di Ruang Publik Watermark Ketik
Pertemuan antara Wakil DPRD Surabaya AH Thony, Konjen Jepang dan Balai Bahasa Jawa Timur. (Foto: Humas Balai Bahasa Jawa Timur)

KETIK, SURABAYA – DPRD Surabaya memperingati Hari Aksara Internasional pada 8 September. Peringatan tersebut mengantarkan pada pertemuan dengan Konjen Jepang Surabaya dan Balai Bahasa Jawa Timur. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony bersama dengan pegiat sejarah dan budaya dari komunitas Begandring Nanang Purwono, Konsulat Jepang Ishii Yutaka, serta perwakilan dari Balai Bahasa Jawa Timur, dan Jerman berdiskusi membahas strategi aksara Jawa, di Historica, Surabaya. 

Menurutnya, perlu strategi penguatan aksara Jawa atau lebih dikenal Hanacaraka untuk tetap lestari khususnya di Kota Pahlawan. Thony menghendaki agar Hanacaraka mejeng di fasilitas publik. 

"Saya dan kita semua yang wong Jowo akan bangga jika aksara Jawa ini lestari. Setidaknya bisa menghiasi setiap ruang publik atau perkantoran-perkantoran. Kami iri dengan Jepang yang keukeuh dengan huruf Kanjinya," katanya.

Menurut Thony, ada strategi yang paling efektif untuk memulai membangkitkan aksara Jawa yakni dengan metode enskripsi. Istilah dan kalimat yang sering digunakan secara umum, tidak hanya ditulis dengan huruf latin, tapi juga disandingkan aksara Jawa. 

"Dari Balai Bahasa Jawa Timur merespons bagus, bahkan ada keinginan memfasilitasi tentang strategi kemajuan kebudayaan dengan pengenalan aksara kepada masyarakat dan pendekatan yang pas, saya rasa akan lebih baik," ucapnya. 

Namun, strategi memajukan aksara Jawa harus disokong dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur. Sehingga kepala daerah dan seluruh jajaran melakukan hal serupa. 

"Kalau berkenan ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa) menerima gagasan kami kerja sama dengan Balai Bahasa nanti bisa dilakukan tulisan atau huruf Jawa di kantor Gubernur agar menjadi patron bagi daerah di Jawa Timur sampai tingkat desa," katanya. 

Koordinator Literasi Balai Bahasa Provinsi Jatim Amin Mulyanto menyambut baik gagasan A.H Thony bersama Komunitas Begandring Soerabaia. Ia menilai pelestarian aksara Jawa penting, sehingga juga perlu edukasi terhadap generasi.

’’Untuk di tingkat sekolah, ada muatan lokal yang diberikan dengan porsi pembelajaran tertentu. Kami menganggap pelestarian aksara ini penting. Generasi muda diharapkan mau dan mampu belajar bahasa serta aksara Jawa,” ungkap Amin.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Surabaya Hari Aksara Internasional AH Thony aksara Jawa Balai Bahasa Jawa Timur