Ekonomi Jawa Timur Tangguh dengan Pertumbuhan Kredit 6,33 Persen di Tengah Ketidakpastian Global

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

27 Maret 2024 12:04 27 Mar 2024 12:04

Thumbnail Ekonomi Jawa Timur Tangguh dengan Pertumbuhan Kredit 6,33 Persen di Tengah Ketidakpastian Global Watermark Ketik
Gedung OJK Jawa Timur. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Didukung oleh permodalan yang kuat dengan likuiditas yang stabil dan profil risiko yang positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur menilai kondisi industri keuangan di Jawa Timur masih terjaga dan stabil.

Perkembangan IJK di Jawa Timur menunjukkan tren positif pada beberapa sektor yang diawasi oleh OJK yaitu Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP), Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML).

Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Giri Tribroto mengatakan kredit perbankan pada posisi Januari 2024 tumbuh 6,33 persen (yoy) menjadi sebesar Rp563,84 triliun dengan pertumbuhan tertinggi pada kredit investasi sebesar 11,64 persen (yoy). 

Sementara itu, secara tahunan pertumbuhan Dana pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,94 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp761,09 triliun dengan pertumbuhan tertinggi pada giro sebesar 10,66 persen (yoy). 

"Hal tersebut mengakibatkan LDR/FDR di Jawa Timur pada posisi Januari 2024 menjadi sebesar 73,62 persen," jelas Giri dalam keterangan tertulis.

Giri menjelaskan, untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan kredit dan likuiditas, OJK mendorong kinerja intermediasi. Hasilnya likuiditas industri perbankan pada Januari 2024 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga.

"Rasio Alat Likuid/ Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 111, 30 persen dan 23,64 persen, atau tetap jauh di atas treshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen," tambahnya.

Sementara, pemulihan yang terus berlanjut di sektor riil mendorong penurunan kredit restrukturisasi Covid-19 per Desember 2023 menjadi Rp20,17 triliun dengan jumlah nasabah menurun menjadi 107.388 nasabah.

"Adapun jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted (segmen sektor, industri dan daerah tertentu yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024) adalah 55,58 persen dari total porsi kredit restrukturisasi Covid-19 atau sebesar Rp11,21 triliun," pungkasnya.(*)

Tags:

Ekonomi OJK Perbankan Likuiditas kredit pertumbuhan Jawa timur