IHO Jatim Gagas Gerakan Rumah Pangan Sehat untuk Tekan Angka Stunting

Jurnalis: Naufal Ardiansyah
Editor: M. Rifat

9 November 2023 01:36 9 Nov 2023 01:36

Thumbnail IHO Jatim Gagas Gerakan Rumah Pangan Sehat untuk Tekan Angka Stunting Watermark Ketik
(Kiri-kanan) Ketua IHO Jatim Prof Budi Santoso, Bendahara IHO Jatim HM Arum Sabil dan dr Kohar pengurus IHO Jatim usai edukasi penanganan stunting di Jember. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Indonesian Health Observer (IHO) atau Observasi Kesehatan Indonesia (OBKESINDO) Jawa Timur menggelar edukasi pencegahan dan penanganan stunting di Padepokan Arum Sabil, Jember pada Rabu (8/11/2023).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur, BKKBN, Kwarda Pramuka Jawa Timur, Universitas Airlangga, dan Pemkab Jember ini sukses digelar dengan menghadirkan simpul-simpul masyarakat, tokoh, Forkopimda Pemkab Jember, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Ketua IHO Jawa Timur Prof Budi Santoso menyampaikan bahwa sejak dilantik dan terbentuknya IHO Jawa Timur pada Juni 2023 lalu, pihaknya langsung tancap gas dalam berbagai permasalahan di Jatim.

Foto Edukasi penanganan dan pencegahan stunting di Jember. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)Edukasi penanganan dan pencegahan stunting di Jember. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

Fokusnya adalah advokasi, edukasi dan rekomendasi. IHO bermitra dengan Pemprov, Pemkab/Pemkot, perguruan tinggi dan lintas sektor.

"Kami sepakat berfokus kepada penanganan kasus stunting dan kematian ibu. Apalagi di Jember ini angka stunting cukup tinggi. Sehingga apa yang digagas Pak Arum Sabil ini sangat luar biasa dan konkret," kata Prof Budi, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR).

Ia menjelaskan, lahirnya IHO untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan tujuan menghasilkan manusia Indonesia sebagai pilar Ketahanan Nasional untuk menjamin keberlangsungan pembangunan nasional yang melahirkan putra putri bangsa yang tumbuh sehat, cerdas dan berakhlak mulia.

Foto Pengurus IHO Jawa Timur saat foto bersama di Padepokan Arum Sabil. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)Pengurus IHO Jawa Timur saat foto bersama di Padepokan Arum Sabil. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

Dengan demikian, diharapkan generasi bangsa bisa memiliki daya saing dan tanggung dengan umur harapan hidup yang semakin panjang dan produktif.

"Upaya ini sesuai dengan visi organisasi yakni Indonesia sehat dalam keadilan dan adil dalam kesehatan. Perlu adanya pendampingan kepada masyarakat," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, IHO Jatim juga menyosialisasikan Gerakan Rumah Pangan Sehat Indonesia yang digagas oleh HM Arum Sabil selaku Bendahara IHO Jawa Timur.

"Ini menjadi role model untuk alternatif ketersediaan pangan bagi masyarakat yang muaranya adalah salah satunya untuk menekan tingginya angka stunting," ungkap Prof Budi.

HM Arum Sabil yang juga tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini menegaskan, kehadiran IHO untuk mengedukasi, mengadvokasi dan melahirkan rekomendasi.

Ia menyebut IHO Jatim diminta langsung oleh Gubernur Khofifah agar hadir dan berkontribusi dalam menekan tingginya angka stunting. Langkah ini juga seiring dengan arahan Presiden Jokowi yang menargetkan 14 persen angka stunting.

"Nah, yang perlu dipahami bahwa stunting bukan hanya soal kurang gizi, tapi pengaruh dari lingkungan sekitar kita. Bagaimana kondisi air, udara, kualitas pangan dan lingkungan sekitar," terangnya.

Foto Bendahara IHO Jatim yang juga Penggagas Rumah Pangan Sehat Indonesia, HM Arum Sabil, menjelaskan manfaat tanaman markisa kepada peserta. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)Bendahara IHO Jatim yang juga Penggagas Rumah Pangan Sehat Indonesia, HM Arum Sabil, menjelaskan manfaat tanaman markisa kepada peserta. (Foto: Naufal/Ketik.co.id)

Sebab itu, pria yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jatim ini menggerakkan IHO Jatim dan stakeholder terkait untuk bersama-sama menyinergikan serta menjaga generasi muda agar di masa mendatang tercipta generasi unggul.

Menurutnya, pola pikir masyarakat masih beranggapan bahwa ketersediaan pangan adalah hal utama. Padahal, gizi dan asupan nutrisi yang cukup belum ideal jika tidak diimbangi dengan pemahaman pangan yang sehat untuk dikonsumsi.

"IHO bukan hanya melakukan edukasi dan advokasi, tapi pendampingan implementasi sumber pangan yang sehat," tegasnya.

Dalam sektor peternakan, salah satunya adalah inovasi menggunakan probiotik. Harapannya adalah menjaga kesehatan pencernaan ayam di samping sebagai pemacu pertumbuhan sehingga nantinya tersedia pangan produk unggas berupa daging dan telur yang baik, sehat dan terbebas dari residu antibiotik.

"Kotoran ayam tidak bau, langsung jadi pupuk organik. Nah ini disebut peternakan yang terintegrasi. Itu lah mata rantai dari Rumah Pangan Sehat Indonesia," jelasnya.

Rumah Pangan Sehat Indonesia adalah gerakan kolektif yang dapat diambil sebagai langkah alternatif bagi setiap rumah tangga untuk penanganan pangan yang cukup, sehat dan layak konsumsi.

"Gerakan ini cukup mudah dan aplikatif, dapat diterapkan di rumah kita masing-masing untuk keluarga tercinta kita," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

IHO Jatim Obkesindo Obkesindo Jatim IHO Stunting Arum Sabil