Kisah Utomo, Pertahankan Pertanian Apel Batu dari Kepunahan

2 April 2025 07:00 2 Apr 2025 07:00

Thumbnail Kisah Utomo, Pertahankan Pertanian Apel Batu dari Kepunahan Watermark Ketik
Utomo saat berada di perkebunan apel miliknya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Sholeh/Ketik.co.id)

KETIK, BATU – Utomo, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu memiliki mimpi besar untuk mempertahankan Apel sebagai Ikon Kota Batu. 

Meskipun, setiap tahun lahan perkebunan apel di Kota Batu terus menyusut. Itu karena banyak petani yang menyerah bertani apel usai terserang hama sejak 2017 silam.

Utomo sudah menjadi petani sejak 2008. Ia dilahirkan dari orang tua yang juga petani apel. Oleh karena itu, pria 61 tahun ini bertekad untuk tetap bertani apel.

"Wah, ya sudah banyak petani apel yang ganti tanaman lain. Paling banyak ganti ke buah jeruk," katanya.

Selama 16 tahun lebih menjalankan pertanian apel, tentu suka dan duka menyelimuti perjalanan Utomo untuk mempertahankan apel di atas 2,5 hektare lahan miliknya.

Menurutnya, dulu saat kondisi pohon apel normal, bisa panen mencapai 2 ton. Namun saat ini paling banyak 5 kuintal.

Hama lalat buah serta kondisi tanah menjadi faktor berkurangnya hasil panen. Ditambah biaya operasional yang tinggi membuat petani Apel menyerah.

“Saya tahun lalu rugi banyak, karena tidak berbuah karena saat itu musim. Harga buahnya hanya Rp 4.000. Satu musim saya merugi Rp 137 juta,” ujar pria Ketua Kelompok Tani Bersama Dusun Gerdu Desa Tulungrejo itu.

Ada empat jenis apel yang dikembangkan Utomo, yakni 4 room beauty, manalagi, anna, dan graanly smith. Untuk menutupi biaya operasional agar tidak terus merugi, Utomo menjalankan wisata petik apel di lahannya. Dengan cara ini, Utomo mampu mempertahankan apel Kota Batu.

“Kalau tidak ada wisata petik dan hanya mengandalkan dijual, sudah gulung tikar. Alhamdulillah saya dibantu anak saya yang mengelola wisata petik apel," jelasnya.

Menurut Utomo, ratusan pengunjung datang untuk petik apel dan membeli buah apel di lahannya. Rata-rata pengunjung ada dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, bahkan hingga wisatawan mancanegara. 

"Namanya wisata kalau bulan puasa seperti ini ya sepi. Nanti setelah lebaran biasanya ramai," lanjutnya (*) 

Tombol Google News

Tags:

Kota Batu Apel Pertanian Apel Utomo Petik Apel ikon Kota Batu