Peringatan HBA ke-64, Kajari Sleman Luncurkan Inovasi Baru 'Jabat Kampus'

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Naufal Ardiansyah

23 Juli 2024 05:27 23 Jul 2024 05:27

Thumbnail Peringatan HBA ke-64, Kajari Sleman Luncurkan Inovasi Baru 'Jabat Kampus' Watermark Ketik
Meski baru aktif di Kejari Sleman mulai 1 Juli 2024. Kajari Sleman Bambang Yunianto langsung tancap gas meluncurkan program baru. (Foto: Kejari Sleman/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-64, Kejaksaan Negeri Sleman meluncurkan program baru yang diberi nama "Jabat Kampus", Senin (22/7/2024)

Peluncuran inovasi baru tersebut ditandai pemukulan gong oleh Kajari Sleman disaksikan perwakilan dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta maupun para mahasiswa sebanyak 95 orang yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Di antaranya perwakilan Mahasiswa dan Dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Janabadra, Universitas Atmajaya, Universitas Jenderal Ahmad Yani dan UIN Yogyakarta.

Jabat Kampus merupakan akronim dari Jaksa Sahabat Kampus. Inovasi baru ini merupakan gagasan dari Kajari Sleman Bambang Yunianto Eko Putro.

Adapun yang melatarbelakangi program tersebut menurut Bambang Yunianto, di antaranya adalah banyaknya Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di Kabupaten Sleman.

Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten paling utara di wilayah DIY ini menjadi tujuan para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk mencari ilmu.

"Nah, dengan adanya Jabat Kampus maka akan terjadi interaksi secara langsung berkat hadirnya para Jaksa masuk didalam Kampus," sebut Bambang Yunianto.

Foto Kajari Sleman Bambang Yunianto saat memaparkan hasil inovasinya program Jabat Kampus pada audiens. (Foto: Kejari Sleman/Ketik.co.id)Kajari Sleman Bambang Yunianto saat memaparkan hasil inovasinya program Jabat Kampus pada audiens. (Foto: Kejari Sleman/Ketik.co.id)

Ia memaparkan, jika sebelumnya ada program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan Agung RI dan telah diterapkan oleh jajaran Korps Adhyaksa diseluruh wilayah Indonesia dengan tujuan memberi pengenalan maupun pembinaan hukum sejak dini. Sehingga anak didik tidak terjerumus dan terlibat dalam pelanggaran hukum, seperti narkoba, tawuran, kriminal, radikalisme atau pelanggaran Undang-undang ITE.

Program Jabat Kampus baru ada di Kejari Sleman. Dalam program ini nantinya akan disampaikan sosialisasi dan penyuluhan untuk memberi pencerahan terkait persoalan hukum di kalangan civitas akademika. 

Menurut Bambang Yunianto kurang lebih sebanyak 35 Perguruan Tinggi yang ada di wilayah kerja Kejari Sleman nantinya akan dilibatkan dalam program ini. Sementara untuk pelaksanaannya tidak jauh dari program Jaksa Masuk Sekolah tadi.

Ia menjelaskan, nantinya petugas dari Kejari Sleman akan turun menyambangi kampus-kampus yang ada untuk melakukan sosialisasi dan edukasi bidang hukum.

Apabila ditemukan permasalahan yang terjadi dan dihadapi oleh para mahasiswa, maka akan lebih mudah mengakses langsung kepada Jaksa yang ditugaskan tersebut.

Sedangkan edukasi yang disampaikan tidak hanya ditujukan kepada para mahasiswa Fakultas Hukum saja. Namun akan menyasar semua mahasiswa di kampus yang ada di Sleman. Serta kampus yang telah bekerjasama selama ini. Yakni Kampus yang mengirim para mahasiswanya magang di Kejari Sleman.

Foto Disela peluncuran Jabat Kampus, perwakilan para akademisi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Yogyakarta foto bersama Kajari Sleman (Foto: Kejari Sleman/Ketik.co.id)Disela peluncuran Jabat Kampus, perwakilan para akademisi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Yogyakarta foto bersama Kajari Sleman (Foto: Kejari Sleman/Ketik.co.id)

Dengan adanya program tersebut diharapkan para mahasiswa nantinya bisa jadi kepanjangan tangan atau penyambung lidah bagi intitusi Kejaksaan. Untuk kembali menyebarkan sosialisasi maupun edukasi yang telah ia dapatkan kepada masyarakat.

Bambang Yunianto yang baru aktif mengemban tugas selaku Kajari Sleman per 1 Juli 2024 ini juga berharap, Jabat Kampus bisa jadi muatan kuliah meski hanya 1 atau 2 SKS saja. Meski, dirinya paham perlunya proses. Namun Kajari Sleman ini meyakinkan betapa pentingnya materi hukum bagi para penerus bangsa ini kedepannya.

Mengakhiri keterangannya, Bambang Yunianto berharap dengan adanya program baru tersebut Kejaksaan dapat semakin dikenal. Semakin dicintai serta  dibanggakan oleh masyarakat luas.

Dalam kesempatan ini sekaligus dikenalkan para Kasi yang ada di Kejari Sleman.

Tanggapan Positif

Muhammad Fatahillah Akbar salah satu dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut baik atas digagasnya Jaksa Sahabat Kampus tersebut.

Menurut Fatahillah Akbar inovasi tersebut merupakan salah satu langkah positif menegakkan negara hukum yakni melalui dua pilar penegakan dan pendidikan hukum. Selain itu melalui program ini dapat diwujudkan Merdeka Belajar.

Lebih jauh ia sampaikan, kehadiran program Jabat Kampus mengkolaborasikan penegakan dan pendidikan hukum. Sehingga para mahasiswa bisa terbantu dari segi praktisi,  bisa dapat belajar dari para profesional, dalam hal ini Kejaksaan.

Sementara itu salah satu mahasiswa Fakultas Hukum UGM, yang bernama Dayu, mengharapkan keberadaan Jabat Kampus dapat membantu dalam hal konsultasi hukum maupun riset.

Dengan adanya progran tersebut Dayu berharap akan lebih mudah dalam belajar, mengulik kasus akan lebih cepat dan efektif. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64 Kejari Sleman Kajari Sleman Bambang Yunianto Peluncuran Jabat Kampus jabat Kampus Jaksa Masuk Kampus Jaksa Sahabat Kampus Inovasi Kejari Sleman Puspenkum Kejagung Penkum Kejati DIY HUKUM Pendidikan