PT PAL Indonesia Gandeng Pemprov Jatim Masifkan Implementasi Industri Maritim 4.0

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

13 November 2023 13:21 13 Nov 2023 13:21

Thumbnail PT PAL Indonesia Gandeng Pemprov Jatim Masifkan Implementasi Industri Maritim 4.0 Watermark Ketik
(Kiri) SEVP Transformasi Management PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak di FGD Jatim sebagai Pusat Keunggulan Teknologi Kemaritiman untuk Indonesia Emas 2045 di Kantor Antara Jatim. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Untuk terus meningkatkan industri maritim 4.0 (IM4), PT PAL Indonesia menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengimplementasikan pembaharuan industri maritim di tingkat global. 

SEVP Transformasi Management PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro menjelaskan bahwa sejak awal PT PAL didesain menjadi pusat keunggulan teknologi maritim. 

"Saat BJ Habibie saat menjadi Dirut PT PAL menjadikan PT PAL, ujung tombak pertahanan laut," ujarnya saat FGD Jatim sebagai Pusat Keunggulan Teknologi Kemaritiman untuk Indonesia Emas 2045 pada Senin, (13/11/2023). 

Mengenai keunggulan teknologi di PT PAL Indonesia, Bintoro menjelaskan perusahaannya banyak mendidik tenaga di industri maritim. 

"Tenaga terdidik tidak hanya dari Jatim tapi seluruh Indonesia, kami juga bekerja sama dengan universitas-universitas untuk menciptakan skill worker di bidang produksi kapal," ujar Kadiv Kapal Selam ini. 

PT PAL mengalami 4 fase, mulai dari pemelihaaran kapal perang Belanda dan Jepang, fase kedua pemelihaaran kapal laut ABK kapal perang, fase 3 menjadi PT PAL Persero mulai dari desain, kapal baru, kapal niaga sampai kapal selam. 

"PT PAL banyak mengalami perkembang- kapal-kapal niaga sudah diekspor berbagai nergara, untuk kapal niaga itu 10 tahun lalu, untuk kapal perang mulai tahun 2017, di 2021 beralih anggota perusahaan holding pertahanan, produk bakal ke perang, kapal selam," ujar Bintoro. 

Foto SEVP Transformasi Management PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)SEVP Transformasi Management PT PAL Indonesia, Satriyo Bintoro. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Bintoro mengungkapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, Industri Maritim 4.0 harus dimasifkan terlebih dahulu karena saat ini segalanya menggunakan pengelolaan menggunakan platform digital. 

"Sebuah negara itu kemajuannya, bergantung pada industri maritim. Karena maritim menjadi dasar sebagai perkembangan teknologi-teknologi lainnya," jelasnya. 

Faktanya, industri pertahanan dunia yang berawal dari mengedepankan industri maritim sekarang menjadi negara yang memiliki perkembangan teknologi semakin pesat, misalnya Jepang, Korea Selatan dan China. 

"Industri pertahanan maritim Jepang menjadi no 1 dunia dari tahun 1960 hingga 2000. Dan produk-produk teknologi Jepang menguasai dunia di era 90an," jelas Bintoro. 

Kapasitas PT PAL memproduksi 2 kapal pertahun, namun jika dengan mengintergrasikan semua resources yang ada di negara Indonesia mampu meningkatkan produksi kapal di masa mendatang. 

"Diharapkan mampu meningkatkan pasar kita. Diharapkan naik di 4 kapal pertahun," jelas First Presiden PT PAL Indonesia ini. 

Maka dari itu, Bintoro meminta arahan oleh Wagub Jatim mengenai kemudahan ekspor maupun impor bahan baku kapal, karena arus impor itu menjadi salah satu keberhasilan dari projek-projek kapal. 

"Kami banyak menyerap tenaga kerja, sehingga ke depan kita perlu kerja sama yang baik. Baik dari pekerja yang terverikasi maupun kemudahan-kemudahan dalam import dan perizinan," jelasnya. 

Pernyataan tersebut disambut baik oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak bahwa Jatim memiliki jalur ke samudra, maka dari itu Jatim ingin memajukan industri maritim. 

"Banyaknya serapan tenaga kerja yang luar biasa dan ini lah kita sebut sebagai industri jangkar, industri yang memiliki dampak luar biasa atau keterkaitan ke belakang dan ke depan," jelasnya. 

Dan industri maritim juga sangat bermanfaat di pengetahuan atau di bidang pendidikan dengan adanya PT PAL mulai pendidikan vokasi hingga pendidikan ke insinyuran. 

"Karena mereka memiliki landasan operasional yang memadai, karena mereka ikut memenuhi kebutuhan SDM dan teknologi PT PAL," ujar Emil Dardak. 

Karena memiliki banyak manfaat, maka dari itu Emil berharap agar PT PAL terus berkembang sebagai BUMN unggulan bangsa. 

"Semakin maju PT PAL maka semakin maju juga Jawa Timur, nantinya akan juga nantinya bisa ditularkan kepada rekan-rekan di Jawa Timur. Berkaitan dengan permasalahan,  kami dengan senang hati akan menyampaikan permasalahan bapak ke pemerintah pusat," ungkap Emil Dardak di FGD dengan PT PAL. (*)

Tombol Google News

Tags:

PT PAL Indonesia industri maritim Maritim jatim teknologi maritim Indonesia Emas 2045