Sampah Menumpuk di Pasar Pagi Kota Batu, Pedagang: Pemkot Pilih Kasih

Jurnalis: Sholeh
Editor: Mustopa

20 Februari 2024 11:24 20 Feb 2024 11:24

Thumbnail Sampah Menumpuk di Pasar Pagi Kota Batu, Pedagang: Pemkot Pilih Kasih Watermark Ketik
Sutrisno dan anggota KSM Pasar Pagi mengangkut sampah yang ada di pasar pagi stadion Brantas Kota Batu Jawa Timur, Selasa (20/2/2024). (Foto: Sholeh/ketik.co.id)

KETIK, BATU – Nasib Pedagang Pasar Pagi Stadion Brantas Kota Batu Jawa Timur kian memprihatinkan. Setelah tidak jelasnya kapan mereka direlokasi ke Pasar Induk Among Tani, kini mereka menghadapi permasalahan sampah. 

Pantauan ketik.co.id, Selasa (20/2/2024) sampah yang diperkirakan sebanyak 15 ton itu menumpuk di sisi utara pasar pagi. Bau busuk yang menyengat sangat terasa saat melewati tumpukan tersebut.

Belum lagi, air lindi sampah dan belatung telah meluber sampai ke jalan. Keadaan itu, diperparah dengan jalan yang becek akibat guyuran hujan. 

"Pemkot pilih kasih, kemarin sampah di Pasar Induk Among Tani diangkut, juga yang di luar stadion juga diangkut. Tapi yang di dalam pasar pagi dibiarkan," ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Sementara, Sutrisno, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pasar Pagi Stadion Brantas menegaskan, pihaknya telah menyewa lahan di Singosari, Kabupaten Malang senilai 10 juta setahun.

Namun, sejak 10 hari terakhir, pihaknya tidak bisa membuang di sana karena ditutup oleh warga sekitar lahan.

"Karena ada salah satu perusahaan yang juga membuang sampah di sana yang sampai menutup jalan. Sehingga diprotes warga," jelasnya.

Sutrisno mengemukakan, sejak lahan di Singosari itu ditutup, ia bersama KSM dan Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Pagi terus mencari sewa lahan untuk membuang sampah.

Ditegaskannya, selama ini KSM Pasar Pagi mengurus sampah secara mandiri dari iuran pedagang. Bahkan, hingga saat ini KSM itu belum tersentuh oleh bantuan dari pemerintah.

"Kebetulan ada saudara di kecamatan Ngantang Kabupaten Malang memiliki lahan, untuk sementara bisa untuk membuang sampah. Cuma tempatnya jauh," urainya.

Menurut Sutrisno, ada 1.097 pedagang Pasar Pagi di lahan relokasi Stadion Brantas yang mengeluhkan kondisi pasar relokasi tersebut. Juga, ada 2 ton sampah yang dihasilkan dari aktivitas pedagang dalam sehari.

Ia berharap, pemerintah memfasilitasi soal pengelolaan sampah, seperti pembakaran sampah yang ada di TPA Tlekung.

"Kita mengharapkan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Minimal bantuan armada untuk mengangkat sampah ini. Kami menghubungi pihak DLH, tapi tidak ada respon," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, ketik.co.id masih menunggu konfirmasi dari pihak DLH Kota Batu. Pesan WhatsApp yang dikirim ke Kepala DLH Kota Batu, Muji Leksono dari pukul 09.17 WIB belum direspon.(*)

Tags:

Kota Batu sampah Pasar Pagi Stadion Brantas pedagang