Solvabilitas Tinggi Berhasil Jaga Perekonomian Nasional Stabil di Tengah Gejolak Global

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

9 Juli 2024 06:16 9 Jul 2024 06:16

Thumbnail Solvabilitas Tinggi Berhasil Jaga Perekonomian Nasional Stabil di Tengah Gejolak Global Watermark Ketik
Gedung OJK Jatim. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Berdasarkan Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga dan stabil di tengah perekonomian global yang kian menunjukkan pelemahan.

Stabilitas ekonomi nasional didukung tingkat solvabilitas yang tinggi dan profil risiko yang manageable di tengah masih tingginya ketidakpastian global. 

Pemulihan permintaan masyarakat terus berlanjut meskipun cenderung masih lambat. Inflasi inti relatif stabil dengan pertumbuhan uang beredar (M2) yang meningkat mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan permintaan ke depan.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa mengatakan perekonomian global secara umum menunjukkan pelemahan, dengan data perekonomian AS tercatat lebih rendah dari ekspektasi di tengah inflasi yang masih sticky.

Pasar tenaga kerja terus termoderasi dan kondisi rumah tangga AS cenderung melemah khususnya di segmen menengah-bawah.

"Pelemahan tersebut mendorong pasar menaikkan ekspektasi pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak dua kali di 2024, lebih tinggi dari guidance The Fed yang sebanyak satu kali," jelasnya.

Untuk kawasan Eropa perekonomian tengah menghadapi tantangan stagnasi pertumbuhan dan tekanan fiskal. Meski inflasi kembali meningkat, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk lebih mendorong pertumbuhan dan mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen.

"Sementara itu di Tiongkok, decoupling demand dan supply masih terus berlangsung di tengah stimulus agresif yang dilakukan oleh otoritas moneter dan fiskal," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ekonomi domestik global Inflasi pasar tenaga kerja