KETIK, JAKARTA – Pemerintah China membalas kebijakan pemerintahan Amerika Serikat dengan menetapkan tarif 34% untuk semua produk berasal dari AS.
Diberitakan CGTN, tarif tambahan 34 persen oleh China itu akan dikenakan pada semua produk yang berasal dari Amerika Serikat. Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait detail penetapan tarif balasan tersebut.
China menjadi salah satu negara yang terkena tarif timbal-balik atau resiprokal terbesar di antara negara lainnya. Trump menetapkan tarif 34 persen kepada China, lebih besar dibanding Uni Eropa, Jepang, hingga India.
Tarif baru AS untuk semua impor berlaku mulai 5 April.
Trump juga menyebut tarif 25 persen dikenakan pada semua mobil asing yang diimpor ke AS per Kamis April 2025 dini hari.
Tak hanya itu, Trump menyatakan keadaan darurat ekonomi nasional. Kebijakan tarif itu juga diharapkan menghasilkan tambahan pajak tahunan hingga ratusan miliar dollar.
Ia telah berjanji penduduk Amerika Serikat akan mendapatkan pekerjaan dari kenaikan pajak tersebut.
Namun, kebijakannya berisiko menyebabkan perlambatan ekonomi mendadak karena konsumen dan bisnis dapat menghadapi kenaikan harga yang tajam untuk mobil, pakaian, dan barang-barang lainnya.(*)