Di Harlah PKB ke-25, Jokowi Ingatkan Jaga Pemilu 2024

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Mustopa

24 Juli 2023 01:46 24 Jul 2023 01:46

Thumbnail Di Harlah PKB ke-25, Jokowi Ingatkan Jaga Pemilu 2024 Watermark Ketik
Jokowi di acara Syukuran 1 Abad NU dan 25 Tahun PKB di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Minggu, (23/7/2023). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

KETIK, SURAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak menjaga semangat toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, dan persatuan bangsa. Terlebih dalam menyongsong gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Jokowi berharap pesta demokrasi tersebut disiapkan dan dijaga agar hasil dan prosesnya berjalan dengan baik. Hal itu disampaikan saat menghadiri Syukuran 1 Abad NU dan 25 Tahun PKB di Stadion Manahan, Surakarta, Minggu (23/7/2023).

"Kita harus mempersiapkan dan menjaga Pemilu tahun depan agar hasilnya baik dan prosesnya juga baik," ucap Jokowi dilansir BPMI Setpres.

Menurut Presiden, sebagai sebuah pesta demokrasi, sudah seharusnya rakyat bergembira dengan adanya pemilu. Selain itu, rakyat juga harus terbebas dari ketakutan-ketakutan dan tidak boleh ada pertengkaran-pertengkaran.

"Mestinya seperti itu, rakyat harus bersenang, rakyat harus bergembira,  namanya pesta demokrasi," tambahnya.

Presiden asal Solo itu berharap tidak ada lagi ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah saat pemilu, terutama di media sosial. Menurutnya, hal-hal tersebut kerap terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya.

"Saya ini kalau baca medsos itu kadang-kadang geleng-geleng. Kok nggih koyok ngeten, sami-sami sederek, sami-sami sedulur? (Kok ya seperti ini, sama-sama saudara)," ucap Presiden.

"Nggih mboten? (Ya, enggak?). Apalagi atas nama agama, ini tidak boleh terjadi," kata Kepala Negara, menegaskan.

Lebih jauh, Presiden Jokowi mengatakan perbedaan pilihan itu adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Oleh sebab itu, Presiden mengimbau agar perbedaan pilihan tidak menjadikan rakyat saling bertengkar dan saling menjelekkan hingga berkepanjangan.

"Kita ini satu saudara, sebangsa dan setanah air Indonesia, ampun kesupen (jangan lupa). Nggih mboten? (Ya enggak?) dan setelah berkompetisi, setelah pemilu itu bersatu kembali sebagai sebuah bangsa yang besar," ujarnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Jokowi pkb Harlah NU pilpres2024 pemilu2024