Digadang Dampingi Risma di Pilgub Jatim, Begini Respons KH Marzuki Mustamar

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Mustopa

24 Juni 2024 07:34 24 Jun 2024 07:34

Thumbnail Digadang Dampingi Risma di Pilgub Jatim, Begini Respons KH Marzuki Mustamar Watermark Ketik
KH. marzuki Mustamar saat memberikan pengajian umum di acara Haul Masyayikh, Haflatul Ikhtibar Akhir Sanah ke 48 dan wisuda purna siswa RA, MI, MTs, dan MA. (Foto. Ismail Hasyim/Ketik.co.id

KETIK, BANGKALAN – Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek, Malang, KH Marzuki Mustamar digadang bakal ikut mewarnai pesta demokrasi di Provinsi Jawa Timur tahun 2024.

Mantan ketua PWNU Jatim itu menjadi salah satu tokoh yang masuk bursa dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2024.

Namanya juga dikaitkan dengan Tri Rismaharini untuk bersaing dengan mantan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang akan kembali mencalonkan diri. 

Namun KH Marzuki Mustamar begitu santai menanggapi isu tersebut. Ia mengaku tidak ingin Jawa Timur terobok-obok lama oleh panasnya situasi politik.

"Terserah, mereka berkata apa terserah. Kami tidak ingin Jawa Timur digoreng lama," ujarnya saat diwawancarai usai mengisi pengajian di Yayasan Pendidikan Islam Jawahirul Hidayah, Desa Kampao, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Minggu (23/06/2024) malam. 

Kalaupun harus bersikap, ia mengaku akan mengeluarkan pernyataan di menit-menit akhir, sehingga suhu politik di Jawa Timur tidak panas dalam waktu yang lama dan dirinya bisa fokus ngaji keliling. 

"Kalaupun kami harus bersikap, itu last minute. Kalau saat ini sudah ber-statement, maka panasnya akan lama, jadi tidak bisa ngaji keliling," ulasnya. 

Kiai Marzuki juga menjelaskan, berpolitik itu adalah berdiplomasi dan bersiasat. Tidak hanya pandai memahami bahasa verbal, tetapi juga harus bisa memahami kode atau isyarat sekecil apapun.

"Kalau hanya pandai dalam bahasa verbal saja, maka kita akan tertinggal. Makanya berpolitik juga harus berilmu," jelasnya. 

Lebih lanjut Kiai Marzuki mengatakan, sejauh ini kiai-kiai khususnya di Jawa selalu tertipu setiap lima tahun sekali, karena selalu memberikan dukungan kepada orang baru yang belum diketahui jelas ke-NU-annya. 

Seharusnya, lanjut dia, kalau memberikan dukungan, berikan kepada kader NU yang berkompeten, pintar, cakap, jaringannya luas dan memungkinkan untuk memajukan daerah. 

"Tapi lagi-lagi, begitu ada orang baru yang tidak diketahui ke-NU-annya muncul dengan tampilan yang bagus lalu memberikan sesuatu, itu yang mereka pilih. Itu salah satu akibat berpolitik tidak pakai ilmu," lanjutnya. 

Untuk itu, Kiai Marzuki berpesan kepada masyarakat Jawa Timur khususnya Bangkalan lebih cerdas dalam memilih pemimpin pada pemilihan yang akan datang. 

Sehingga pemimpin yang dipilih adalah mereka yang secara lahir batin siap memajukan daerahnya. Jangan memilih mereka yang hanya ingin mengeruk kekayaan dan mencari proyek. 

"Jangan sampai memilih orang yang tidak tulus kepada rakyat. Harus yang lahir batin nawaitu ingin memakmurkan rakyat dan membela rakyat," pesannya.

Selain itu, Kiai Mustamar juga berpesan kepada calon pemimpin, baik calon gubernur maupun calon bupati agar tidak membeda-bedakan rakyatnya ketika terpilih.

"Jangan membeda-bedakan antara rakyat yang memilih atau tidak memilihmu. Saat kamu dilantik, kamu jadi pimpinanannya semua rakyat apapun golongannya atau partainya," tambahnya.

Tak hanya itu, dia juga berpesan kepada pemimpin yang terpilih nanti agar memprioritaskan pendidikan di dalam negeri bagi rakyatnya.

Dengan demikian, lembaga pendidikan di dalam negeri bisa maju dan berkembang, sehingga bisa terus mencerdaskan kehidupan bangsa.

Misalnya, kalau ingin memberi beasiswa, utamakan beasiswa untuk pendidikan di dalam negeri, sehingga dana dari pemerintah khususnya Jawa Timur bisa didapatkan oleh lembaga pendidikan di Jawa Timur khususnya Pondok Pesantren.

"Dari Jawa Timur, oleh Jawa Timur, untuk Jawa Timur bahkan untuk Indonesia. Itu harapan kami," tutupnya. (*).

Tombol Google News

Tags:

KH Marzuki Mustamar Pengajian umum Haul Masyayikh Haflatul Ikhtibar Akhir Sanah ke 48 dan wisuda purna siswa RA mi MTs dan MA