KETIK, SURABAYA – Hari raya idul adha, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memastikan hewan kurban yang disembelih sehat tanpa terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Kepastian ini setelah dilakukan pemeriksaan antemortem yang dilakukan dokter hewan dari universitas di Jatim amupun petugas Dinas Peternakan Jatim.
"Kami sudah melakukan SOP (Standart Oprasional Produksi) dan pemeriksaan lalu lintas untuk mengantisipasi adanya hewan kurban yang terkena penyakit PMK," ucap Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, Selasa (18/6/2024).
Indy mengatakan pemeriksaan hewan kurban ini sudah dilakukan di kabupaten dan kota. "Ini setelah dilakukan pemeriksaan di surat edaran ke kepala dinas," ucapnya.
Indy menambahkan pihaknya juga menerjunkan ribuan petugas untuk memastikan hewan kurban Jatim bebas penyakit.
"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada perangkat daerah mengenai pergerakan hewan ternak ke kabupaten satu ke kabupaten lainnya melalui beberapa prosedur. Salah satunya surat rekomendasi penerimaan baik dari kabupaten pengirim dan penerima. Kemudian selanjutnya diikuti dengan sertifikat veteriner yang dikeluarkan oleh petugas terkait, serta dilengkapi dengan vaksin hewan ternak minimal satu kali,” terangnya,
Lebih lanjut Indy mengatakan pihaknya juga memastikan bahwa hewan kurban yang ada di Jatim terbebas dari penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kulit (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Menurutnya seluruh hewan ternak yang dikurbankan dipastikan harus sehat dan bebas dari penyakit.
“Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, dikerahkan sebanyak 153 petugas pemeriksa hewan kurban. Jadi hewan kurban ini menjalani pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” tegasnya.
Dinas Peternakan Jatim mencatat ada sebanyak 30.229 lokasi pemotongan hewan yang tersebar di 38 kabupaten/kota. (*)
Dinas Peternakan Jatim Pastikan Hewan Kurban di Jatim Sehat
18 Juni 2024 22:20 18 Jun 2024 22:20



Tags:
Dinas Peternakan Jatim Idul Adha 2024 Hewan kurban sapi KambingBaca Juga:
Dua Mobil Tersapu Longsor di Jalur Cangar Batu- Pacet MojokertoBaca Juga:
Longsor di Cangar, Jalur Batu-Mojokerto Tutup TotalBaca Juga:
Mengenal Saiful Akbar, Jurnalis TV Sekaligus Petani Sayur Sistem Tumpang Sari Kota BatuBaca Juga:
Jalibar, Jalur Alternatif Keluar Kota Batu Bila Macet yang Belum Banyak Diketahui OrangBaca Juga:
Kisah Utomo, Pertahankan Pertanian Apel Batu dari KepunahanBerita Lainnya oleh Moch Khaesar

3 April 2025 13:00
Cara Merawat Earphone Bluetooth Agar Awet, Simak!

2 April 2025 21:30
Pemilik Maspion Grup Datangi Rumah Gubernur Jatim, Ini Pesan Khofifah

2 April 2025 20:30
Gelar Open House Selama Tiga Hari, Khofifah Rasakan Kedekatan dengan Warga, Pedagang Kebanjiran Rezeki

2 April 2025 15:45
Era Komunikasi 6G Dimulai: Kecepatan Super dan Masa Depan Terhubung

2 April 2025 15:15
Pangkat Baru, Leonardus Harapan Simarmata Resmi Sandang Brigjen, Ini Profilnya

2 April 2025 14:45
Driver Ojek Online Geruduk Rumah Gubernur Jatim, Khofifah: Mereka Srikandi Jawa Timur Sebenarnya

Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
