KETIK, SURABAYA – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah.
Mochammad Ikhwan, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Jihadul Chakim Mojokerto membeberkan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan di bulan suci ini, tetapi memiliki pahala yang besar.
Pertama, memberi makanan untuk berbuka puasa. Keutamaan amalan ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.
”Barang siapa yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. At-Tirmidzi)
Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur itu menerangkan, memberi makanan untuk berbuka bukan hanya mendatangkan pahala. Tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan sesama Muslim.
Amalan kedua yakni salat Tarawih. Ibadah salat Tarawih sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, sebagaimana yang tercantum dalam riwayat Bukhari dan Muslim.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Melalui hadis di atas, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) ini mengungkapkan shalat Tarawih sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan memperoleh ampunan dari-Nya.
Amalan ketiga yakni bersedekah. Bersedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri karena pahalanya dilipat gandakan.
Menurut Ikhwan, bersedekah selain dapat membantu sesama juga menjadi cara untuk membersihkan harta.
Pendapat ini selaras dengan hadis dari Ibnu Abbas yang menyebutkan, Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan.
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari No. 6)
Selain itu, amalan lain yakni membaca Al-Qur’an meski hanya satu ayat memiliki keutamaan yang besar.
Allah SWT berfirman dalam Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Sementara itu, hadis lain menyebut Rasulullah SAW juga bersabda, membaca Al-Quran dapat mendatangkan kebaikan.
"Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat,” tutur Ikhwan menukil Hadis Riwayat At-Tirmidzi.
Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an meskipun sedikit akan mendapatkan pahala berlipat ganda.
Ia juga menambahkan, khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah amalan yang sangat dianjurkan.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW menyebutkan, Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.
”Bahkan menurut Imam An-Nawawi, doa setelah khatam Al-Qur’an akan dikabulkan oleh Allah SWT,” ujar Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya itu mengutip dari kitab At-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an.
Lebih lanjut, Ikhwan menegaskan pentingnya beristighfar dan berzikir selama bulan Ramadhan. Karena Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa.
Dalam satu hadis, Rasulullah SAW sendiri bersabda, Sesungguhnya hatiku terkadang ada selubung (dosa), maka aku beristighfar kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.
Terakhir, Memperbanyak doa. Bulan Ramadhan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah SAW bersabda sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.
"Terdapat tiga doa yang tidak akan tertolak yaitu doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi," ucap Ikhwan membacakan Hadis tersebut pada tim ketik.co.id Jum'at, 21 Maret 2025.
Oleh karena itu, berdoa di bulan Ramadhan, terutama saat menjelang berbuka dan di sepertiga malam terakhir, lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Dengan demikian, selama bulan Ramadhan dapat menjadi momen yang paling baik untuk meningkatkan amal dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)