Dirut PDAM Tirtamarta Selalu Terngiang Pesan Sri Sultan HB X: Pemberdayaan Manfaat Air Bagi Masyarakat Sebesar-Besarnya

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

17 Maret 2024 20:47 17 Mar 2024 20:47

Thumbnail Dirut PDAM Tirtamarta Selalu Terngiang Pesan Sri Sultan HB X: Pemberdayaan Manfaat Air Bagi Masyarakat Sebesar-Besarnya Watermark Ketik
Direktur Utama PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta Majiya menunjukkan copy sambutan Sri Sultan HB X dalam buku "Air Minum Untuk Republik: Jejak Sejarah PDAM Tirtamarta" (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Merujuk hasil riset United States Geolomcal Survey (USGS), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan dari keseluruhan air yang ada di bumi saat ini, 97 persennya merupakan air laut yang tidak bisa dikonsumsi dan hanya menyisakan 3 persen air tawar.

Nah, dari angka 3 persen tersebut, ternyata 2 persennya berupa air beku yang ada di Kutub Utara dan Selatan. Sementara sisanya yang 1 persen tidak semuanya merupakan air bersih. Sehingga hanya menyisakan 0,62 persen yang layak dikonsumsi oleh sekitar 7,85 miliar penduduk planet ini.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga menunjukkan salah satu cara meluhurkan bangsa dan menjaga asa untuk generasi penerus melalui ikhtiar Mandaya Utamaning Tirta, yang dapat dimaknai sebagai upaya memberdayakan manfaat air. Tentu sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan kembali oleh Direktur Utama PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta Majiya SE MM pada Ketik.co.id, Sabtu (16/3/2024). Disamping itu sebut Majiya, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari sejarah, seiring fakta bahwa “Sang Tirta”  jua-lah, yang pada akhirnya turut mengiringi Kemerdekaan Republik ini.

Sehingga, tegas Majiya, menjadi sebuah keharusan saat ini bagi PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta untuk terus berinovasi, melanjutkan torehan sejak era hoogdruk waterleiding. Seiring upaya mendukung tercapainya target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6 butir 1, “Akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua pada tahun 2030”.

Adapun pernyataan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X tadi tertulis di atas secarik kertas berkop Hobo (logo lambang) Keraton Yogyakarta dan merupakan sambutan beliau yang termaktub dalam buku "Air Minum Untuk Republik - Jejak Sejarah PDAM Tirtamarta".

Majiya juga menyampaikan bahwasannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik diterbitkannya buku bejudul "Air Minum Untuk Republik - Jejak Sejarah PDAM Tirtamarta".

Selanjutnya atas fenomena keberadaan air bersih di Bumi tadi, Raja Keraton yang juga Gubernur DIY berharap memorabilia dan histori yang terangkum dalam buku tersebut pada akhirnya dapat memberikan kesadaran bahwa setiap peradaban tidak dapat menafikan (membantah) keberadaan air sebagai sumber kehidupan. Sehingga perlu untuk dijaga kelestariannya, seiring gareget Memasuh Malaning Bumi.

Meski peluncuran buku tersebut telah dilakukan pada bulan Mei tahun 2023 lalu. Namun Direktur Utama PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta, Majiya mengaku selalu terngiang akan pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X ini. Terlebih menjelang momentum Hari Air Sedunia (World Water Day) yang diperingati setiap tanggal 22 Maret kali ini. (*)

Tags:

Sri Sultan Hamengku Buwana X Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat Gubernur DIY PDAM Tirta Marta Kota Yogyakarta buku Air Bersih untuk Republik Jejak Sejarah Dirut PDAM Tirtamarta Majiya Hari Air Sedunia World Water Day